Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kedua kiri) berdialog dengan seorang pedagang kaki lima di Jalan Bintang Medan, Kamis (9/9). (Foto: LintasMedan/ist)
Medan, 9/9 (LintasMedan) – Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati usai memberikan Bantuan Tunai pedagang kaki lima (PKL) dan Warung di Medan, Kamis (9/9), menyempatkan diri berdialog dan mendengarkan keluhan para pedagang kecil yang terdampak COVID-19 di ibu kota Provinsi Sumatera Utara (Sumut) itu.
Airlangga dan Sri Mulyani didampingi Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto menjumpai para pedagang dan pemilik warung yang berjualan di sekitar Jalan Bintang Medan dan secara bergantian menanyakan perihal kondisi usaha pelaku usaha kecil tersebut di masa pandemi COVID-19.
Para pedagang mengaku transaksi mereka menurun hingga 50 persen selama pandemi COVID-19.
Pada kesempatan itu, Menko Perekonomian menjelaskan bahwa Pemerintah menyalurkan bantuan sosial berupa uang tunai sebesar Rp1,2 juta kepada pelaku UMKM termasuk PKL se-Indonesia demi meringankan beban mereka selama masa pandemi dan PPKM.
Di tempat yang sama, Menkeu Sri Mulyani juga berdialog dengan pedagang bakso bakar yang berjualan di lokasi tersebut.
“Dapat berapa penghasilan sehari,” tanya Sri Mulyani.
Pedagang bakso bakar tersebut mengaku penghasilannya merosot tajam selama masa pandemi.
Sebelum pandemi, menurut dia, penjualannya bisa mencapai dapat Rp350 ribu hingga Rp400 ribu per hari.
Setelah berbdialog dengan beberapa pedagang, Menko Perekonomian beserta rombongan meninjau vaksinasi bagi para pelajar di Yayasan Perguruan Sutomo Medan.
“Hari ini kami juga melihat kegiatan vaksinasi di Medan dan di sekolah ini (Perguruan Sutomo Medan) dapat laporan bahwa yang divaksinasi targetnya 1.200, vaksinatornya ada 6 tim dari TNI AD dan TNI AL, dan menggunakan vaksin Sinovac. Kami berdiskusi dengan adik-adik pelajar yang ada di sini, mereka semua antusias karena mereka berharap segera dibuka sekolah tatap muka,” ucap Airlangga.
Ia menambahkan, daerah yang sudah masuk PPKM level 3 sudah bisa menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM), sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri.
“Kita berharap mereka yang bersekolah nanti sudah tervaksinasi semua baik guru maupun murid-murid yang di atas 12 tahun,” ucapnya. (LMC/Irma Yuni)
