Pemerintah Kabupaten Madina menggelar rapat t bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di Aula Kantor Bupati, Senin (20/9).(Foto:LintasMedan/ist)
Madina, 20/9 (LintasMedan) – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) turun ke Level 3. Dalam rapat evaluasi Covid-19, vaksinasi disebut sebagai indikator penunjangnya.
“Alhamdulillah, atas kerjasama dan sinergitas Pemerintah Kabupaten (Pemkab), TNI dan Polri. Berdasarkan evaluasi tim provinsi, kita sudah di Level 3,” kata Bupati Madina, HM Jakfar Sukhairi Nasution dalam rapat tersebut bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di Aula Kantor Bupati, Senin (20/9).
Sukhairi mengatakan, indikator penentu turunnya level di Kabupaten Madina dari 4 ke Level 3 ini dikarenakan vaksinasi. Karena sebelumnya pencapaian vaksinasi hanya 13 persen dan saat ini telah mencapai 23 persen. Dia juga menyinggung prihal pembelajaran tatap muka telah bisa dilakukan.
“Di Level 3 ini sudah bisa dilakukan pembelajaran tatap muka sembari menunggu Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri),” ucapnya.
Ada beberapa langkah yang masih dan sedang dilakukan yang merupakan upaya-upaya untuk terus menurunkan tingkatan level. Dalam pembahasan itu diantaranya, meningkatkan sinergitas dan kerjasama dari seluruh stakeholder, meningkatkan 3 T (Testing, Tracing dan Treatment), menargetkan vaksinasi untuk pencapaian 50 persen.
Termasuk juga tetap mendirikan Posko di perbatasan, kecamatan, desa/kelurahan serta meningkatkan sosialisasi dan edukasi.
Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis menyebut turunnya level ini merupakan sebuah anugerah. Vaksinasi pun dianggapnya menjadi suatu keharusan bagi masyarakat.(LMC/Irwan Arifianto)
