Para pelajar di Madina dijemput menggunakan truk guna dilakukan vaksinasi Covid-19 di mapolres setempat.(Foto:LintasMedan/ist)
Madina, 19/10 (LintasMedan) – Untuk menaikkan tingkat vaksinasi di kalangan remaja dan pelajar, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengharapkan adanya izin dari orangtua siswa.
Vaksinasi tingkat pelajar di Madina belum sesuai yang diharapkan. Dari target 54 ribu vaksin, saat ini baru mencapai 13 ribu vaksin atau sekira 25 persen. Rendahnya vaksinasi di kalangan pelajar ini tidak tertutup kemungkinan adanya permasalahan izin dari orangtua siswa.
“Kita semestinya sudah mampu mencapai target 40 persen. Karena rendahnya vaksinasi lansia, remaja dan pelajar, turut mendorong naiknya Kabupaten Madina ke Level 3. Kita mohon orangtua siswa kiranya dapat memberi izin anaknya untuk divaksin,” harap Sahnan Pasaribu, Juru Bicara Penanganan Covid-19 Madina, senbari menyebutkan, pelajar yang berusia 12 tahun sampai 18 tahun sudah bisa divaksin, Selasa (19/10).
Untuk pencapaian target vaksinasi di kalangan pelajar dan lansia ini, sebelumnya Kepolisian Resor (Polres) Madina telah mengambil langkah yang progresif. Polres Madina telah menyediakan truk untuk layanan antar jemput lansia dan para pelajar. Kegiatan itu pun telah berlangsung sejak program vaksinasi siswa dimulai.
“Untuk pelajar, kami koordinasi melalui Kepala Sekolah, siswa mana yang belum mendapatkan jatah vaksin agar dilakukan penjemputan sehingga semua terkoordinir dengan baik,” kata Kapolres Madina, AKBP Horas Tua Silalahi, beberapa hari yang lalu.
Permasalahan izin dari orangtua masih menjadi kendala dalam memenuhi target vaksinasi di kalangan pelajar. Satgas Covid-19 Madina berupaya terus bersosialisasi untuk pencapaian ini.(LMC/Irwan Arifianto)
