Bupati Mandailing Natal (Sumatera Utara) Jafar Sukhairi berdialog dengan seorang lansia di lokasi vaksinasi.(Foto:LintasMedan/ist)
Panyabungan, 15/2 (LintasMedan) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal gencar menggelar vaksinasi massal di beberapa kelurahan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah itu.
“Waktu tinggal 15 hari lagi hingga akhir tahun ini, harus kita kebut target 70 persen capaian vaksinasi dengan melakukan langkah door too door sampai malam hari,” kata Bupati Madina M Jafar Sukhairi saat mengunjungi lokasi vaksinasi di beberapa Kelurahan di Kecamatan Panyabungan, Rabu (15/12).
Ia menyampaikan imbauan agar para lurah juga gencar bekerja dan menyosialisasikan kepada masyarakat untuk mendatangi lokasi vaksinasi.
Semua pihak, kata dia diharap memiliki tanggung jawab bersama termasuk bagaimana caranya membujuk masyarakat dengan pernyataan-pernyataan yang bersifat humanis.
Adapun lokasi yang ditinjau Bupati termasuk Kelurahan Pasar Hilir, Kotasiantar, Pidoli Dolok dan Kelurahan Dalan Lidang.
“Buktikan kalian adalah orang yang berpengaruh di wilayah masing-masing. Segala cara lakukan, agar masyarakat mau divaksin,” imbaunya.
Selain itu Bupati juga meminta agar para petugas senantiasa mengingatkan masyarakat untuk menerapkan cara hidup baru dengan selalu mematuhi protokol kesehatan meskipun sudah divaksin.
Sementara itu berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Madina, capaian vaksin hingga 14 Desember 2021 masih 55,63 persen.
Sebelumnya pemerintah RI menargetkan 70% dari jumlah penduduk mendapatkan vaksinasi Covid-19. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan untuk mewujudkan itu memerlukan kerja sama lebih masif seluruh komponen pentahelix bangsa, termasuk pemerintahan di provinsi maupun kabupaten/kota.
Meski capaian vaksinasi Covid-19 di Madina masih di bawah target, namun antusiasme masyarakat untuk mendapatkan vaksin sebenarnya sangat tinggi. Hal ini terlihat saat kegiatan vaksinasi Covid-19 di beberapa desa yang ada di Kecamatan Panyabungan selalu ramai.
Bahkan warga dari beberapa desa di wilayah itu rela mengeluarkan ongkos untuk transportasi demi mendapatkan vaksin sebab beberapa desa di wilayah tersebut termasuk dalam wilayah desa terisolir, jadi masyarakat harus menempuh jarak yang jauh untuk datang ke lokasi vaksinasi.
Salah seorang warga dari Desa BanjarLancat, Imbalo mengatakan, Ia bersama warga lainnya harus menempuh jarak sepanjang 20 kilometer dan itu pun harus menggunakan angkutan gardan dua.
“Dari kampung ke Puskesmas Gunung Baringin sekitar 2 jam lah. Untuk kesana warga ada yang naik sepeda motor dan ada juga yang menggunakan angkutan gardan dua,” sebutnya.
Ia juga harus rela mengeluarkan ongkos sebesar Rp100 ribu demi mengikuti kegiatan vaksinasi Covid-19.
“Ikut vaksinasi ini adalah kesadaran kita sendiri. Ini sebagai bentuk ikhtiar kita terhadap pencegahan Covid-19. Selain itu, ini juga sebagai bentuk dukungan kita terhadap program vaksinasi yang digencarkan Pemerintah saat ini,” ujarnya.(LMC/Irwan Arifianto)
