Medan, 5/3 (LintasMedan) Aksi kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi. Kali ini dialami, Jefri Lubis seorang wartawan di Kabupaten Mandailing Natal yang dikeroyok sejumlah oknum diduga akibat pemberitaan.
Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut Muhammad Syahrir mengecam tindakan sejumlah oknum tersebut.
Terkait aksi pengeroyokan wartawan itu DKP PWI Sumut, Sabtu (5/3) mengeluarkan rekomendasi, sebab, tegas Syahrir peristiwa kekerasan ini tidak bisa ditorerir.
Apalagi terjadi di ruang publik yang terbuka dan di nilai sudah menciderai amanah UU Pers.
Untuk itu ia minta kepada PWI Kabupaten Madina melakukan pengumpulan alat bukti kekerasan sekaligus pendampingan terhadap korban dan langkah-langkah strategis lain, termasuk bentuk perlindungan terhadap korban.
Ia juga minta kepada Ketua PWI Sumut: a). Membangun opini publik terhadap aksi kekerasan tersebut guna meminimalisir aksi serupa terhadap wartawan terkhusus anggota PWI Sumut dalam melaksanakan tugas jurnalistik.
b). Bersama Wakil Ketua Bid. Pembelaan Wartawan & Advokasi melakukan komunikasi intensif dgn Poldasu agar pengaduan anggota PWI Sumut di Polres Madina segera direspon, ditindaklanjuti dan disikapi sekaligus meminta menangkap pelaku penganiayaan terhadap Jefri Lubis.
c). Melakukan pendampingan hukum terhadap Jefri Lubis.
” Mari seluruh pimpinan PWI Kab/Kota se-Sumut dan anggota PWI Sumut terus membangun solidaritas dan soliditas terhadap semua aksi kekerasan terhadap wartawan dan tetap mematuhi KEJ dalam menjalankan tugas jurnalistik,” tegasnya.
Syahrir berharap aksi kekerasan terhadap anggota PWI Sumut di Madina tidak lagi terjadi. (LMC/irma yuni)
