Skip to content

Akurat dan Edukatif

Primary Menu
Live
  • Home
  • Medan
  • Bobby Nasution Minta Penanganan Stunting Serius
  • Medan

Bobby Nasution Minta Penanganan Stunting Serius

Lintas Medan 18 Juni 2022 2 min read

Walikota Medan Bobby Nasution memberi hadiah kepada salah seorang Balita pada kegiatan yang membahas persoalan stunting baru-baru ini.(Foto:LintasMedan/ist)

Medan, 18/6 (LintasMedan) – Pemko Medan di bawah kepemimpinan Wali Kota Bobby Nasution fokus kepada masalah stunting yang harus menjadi perhatian serius.

Sebab, kata Bobby kondisi ini dapat menjadi ancaman terhadap kualitas generasi muda ke depannya. Selain terganggu pertumbuhan fisik, juga menganggu perkembangan otak sang anak. Itu sebabnya Ia terus berupaya untuk mengatasi persoalan yang diakibatkan kurangnya asupan gizi dalam waktu cukup lama ini.

Guna memaksimalkan penanganan yang dilakukan, Bobby menginstruksikan kepada seluruh OPD di lingkungan Pemko Medan agar saling berkolaborasi memaksimalkan sumber daya yang ada untuk mengatasinya. Sebab, stunting dipengaruhi berbagai faktor, bukan hanya dari sisi kesehatan atau medis saja, tapi tak terlepas dari faktor ekonomi dan kondisi lingkungan tempat tinggal masyarakat.

Atas dasar itu lah, Bobby Nasution minta kepada OPD yang terkait maupun tidak terkait  untuk bersama-sama menanganinya.

Bahkan, saat menghadiri Rembuk dan Penandatangan Komitmen Pelaksanaan Percepatan Pencegahan Penanganan Stunting Terintegrasi di Medan yang digelar di Hotel Grand Mecure, Selasa (31/5), Ia mengingatkan agar tidak terjebak kegiatan seremonial, tapi harus ditindaklanjuti sehingga menjadi langkah kongkrit dalam penanganan stunting.

“Jangan hanya menandatangani komitmen saja, tapi target yang dicapai untuk menangani belum ditetapkan. Misalnya saat ini ada 550 balita stunting, tahun depan berapa yang bisa dikurangi? Di samping itu penanganannya harus dilakukan secara terintegrasi dan berbasis data yang lengkap. Yang lebih penting lagi, tegasnya, seluruh OPD harus berkolaborasi dan bersinergi  sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.” tegasnya.

Selain memaksimalkan potensi sumber daya di jajaran lingkungan Pemko Medan, Bobby Nasution juga melihat potensi lain yang bisa menjadi formula tambahan untuk menangani stunting, termasuk pemanfaatan kehadiran minyak goreng merah. Hal ini diketahui Bobby Nasution saat mendampingi Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki saat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kantor Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) di Jalan Brigjen Katamso Medan, Kamis (9/6) lalu.

Dari hasil peninjauan yang dilakukan tersebut, minyak goreng merah diketahui mengandung lebih tinggi fitonutrien dalam bentuk vitamin E dan karoten yang dinilai dapat membantu upaya pencegahan stunting. “Kita berharap inovasi yang dihadirkan (minyak goreng merah) dapat terproduksi secara berkelanjutan guna optimalisasi pemanfaatannya di tengah-tengah masyarakat,,” ujarnya.

Pendiri Komunitas Perempuan Hari Ini (PHI) sekaligus aktivis perempuan Kota Medan Lusty Ro Manna Malau, mendukung upaya Bobby Nasution dalam menangani permasalahan stunting. Sebab, bilang Lusty, banyak hal yang mempengaruhi penyebab terjadinya stunting, terutama faktor kemiskinan.

“Banyak faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi kondisi ibu hamil sehingga menyebabkan terjadinya stunting. Baik itu tempat ia bekerja, terutama apalagi kondisi tempat tinggal. Maka, banyak yang perlu dijaga dan dicegah agar stunting dapat diminimalisir dan dihindari,” ujar Lusty saat dihubungi, Kamis (16/6).

Sebagai seorang perempuan, Lusty juga berharap agar program pemerintah tidak hanya berhenti di sekadar pemberian bantuan sosial saja. Karena, sambungnya, tidak jarang bantuan yang diberikan tersebut tidak tepat sasaran. Oleh karenanya, upaya penanganan stunting yang dilakukan perlu dimaksimalkan.

“Pemerintah (Pemko Medan) juga bisa memulai upaya penanganan stunting dengan melakukan atau menggelar workshop. Jadi, bagi para ibu, terutama yang terbilang calon ibu-ibu muda bisa membantu mereka mengembangkan pola pikir bagaimana ia menjaga kesehatannya, baik itu dari sisi sistem reproduksi maupun saat masa-masa kehamilan,” sarannnya.(LMC-02)

 

Post Views: 29
Tags: Serius stunting walikota Medan Bobby Nasution

Continue Reading

Previous: Dinas PU Medan Buat Drainase dan Aspal Jalan Aman
Next: Hasyim SE Apresiasi LFCG Bagikan Alat Bantu Untuk 40 Penyandang Disabilitas

Related Stories

Peringati Hari Bumi, Dan HUR ke-65, Hutama Karya Tanam 17.000 Pohon
3 min read
  • Headline
  • Medan

Peringati Hari Bumi, Dan HUR ke-65, Hutama Karya Tanam 17.000 Pohon

24 April 2026
Perumda Tirtanadi dan Kejati Sumut Teken MoU Penanganan Perkara DATUN
2 min read
  • Medan

Perumda Tirtanadi dan Kejati Sumut Teken MoU Penanganan Perkara DATUN

22 April 2026
Anggaran Perpustakaan Minim, Komisi II DPRD Medan Dorong Penambahan untuk Tingkatkan Minat Baca
2 min read
  • Medan

Anggaran Perpustakaan Minim, Komisi II DPRD Medan Dorong Penambahan untuk Tingkatkan Minat Baca

7 April 2026

You may have missed

Peringati Hari Bumi, Dan HUR ke-65, Hutama Karya Tanam 17.000 Pohon
3 min read
  • Headline
  • Medan

Peringati Hari Bumi, Dan HUR ke-65, Hutama Karya Tanam 17.000 Pohon

24 April 2026
Pemprov Sumut Kucurkan Anggaran Perbaikan Ruas Jalan dan Jembatan di Kab Madina Tahun 2026-2027
1 min read
  • Headline
  • Sumut

Pemprov Sumut Kucurkan Anggaran Perbaikan Ruas Jalan dan Jembatan di Kab Madina Tahun 2026-2027

24 April 2026
Disiplin Finansial Berbuah Hasil, Hutama Karya Lampaui Target Laba di Awal 2026
2 min read
  • Headline
  • Nasional

Disiplin Finansial Berbuah Hasil, Hutama Karya Lampaui Target Laba di Awal 2026

22 April 2026
Perumda Tirtanadi dan Kejati Sumut Teken MoU Penanganan Perkara DATUN
2 min read
  • Medan

Perumda Tirtanadi dan Kejati Sumut Teken MoU Penanganan Perkara DATUN

22 April 2026
  • Iklan
  • Pedoman Media Cyber
  • Tentang Kami
  • Beranda
  • Headline
  • Luar Negeri
  • Nasional
  • Sumut
  • Hiburan
  • Kuliner
  • Foto
  • UKM
  • Feature
  • Bisnis
  • Advetorial
  • Sports
  • Hukum
  • Politik
  • Medan
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.