Medan, 7/12 (LintasMedan) – Ketua MKGR Kota Medan M Ihsan Kurnia mengingatkan Koordinator MKGR Sumut 1, Muhammad Irham SH untuk tidak alergi terhadap kritik.
Seharusnya, sebut Ihsan pernyataan terkait kritikan bisa menjadi bahan evaluasi untuk pengurus-pengurus organisasi sejenis yang kegiatannya didukung APBD, termasuk Karang Taruna Sumut yang saat ini lagi berpolemik.
“Jadi saudara Irham yang juga Koordinator MKGR Sumut 1, saya minta janganlah alergi terhadap kritik. Karena seyogyanya sebagai masyarakat Sumut saya juga boleh menyampaikan kritik itu,” ucapnya menjawab pers, Rabu (7/12).
Hal itu disampaikan Ihsan terkait pernyataan Muhammad Irham di sejumlah media yang meminta dirinya untuk tidak berkomentar dan mencampuri persoalan di organisasi Karang Taruna Sumut.
Ihsan justru menanggapi dingin peringatan Muhammad Irham, bahkan kembali menudingnya ‘asbun’ (asal bunyi).
Ia mengaku menyampaikan pernyataan terkait polemik Karang Taruna Sumut sesuai mekanisme yang ada.
“Saya ditanya wartawan soal polemik Ketua Karang Taruna Sumut. Saya beri pandangan dan pernyataan atas nama Ketua MKGR Kota Medan. Salahnya dimana ?. Persoalan itu urusan organisasi lain memang betul. Tapi sayakan berkomentar tidak sedang dalam keadaan ingin mengambil alih atau menjadi ketua organisasi tersebut. Satu hal yang harus disadari saudara Irham Karang Taruna itu organisasi publik yang dibina pemerintah langsung. Aneh kalau saya bagian dari publik gak boleh mengkritik,” jawab Ihsan.
Ia juga meminta pihak-pihak yang menuding dirinya ikut campur dalam urusan organisasi lain untuk berpikir positif dan tak asal menuding. Apalagi membawa-bawa dan membenturkan organisasi MKGR dengan salah salah satu partai politik .
“Kalau saya bicara atas nama Ketua MKGR Kota Medan memang secara de facto saya ketua hingga 2022 ini. Sampai sekarang belum ada Musda MKGR Kota Medan untuk melakukan pemilihan pengurus baru. Lantas kalau saudara Dedi Dermawan kader yang sama bernaung dalam satu wadah politik dengan MKGR memangnya tak boleh dikritik. Jadi tolong saudara Irham jangan seperti anak-anak pakai bahasa diingatkan,” ucapnya.
Disinggung soal dirinya yang dituding hanya ingin mencari perhatian gubernur, Ihsan menjawab dengan lugas. “Saya ini kader yang sudah lama ikut di MKGR. Kalau saya mendukung dan membenarkan sikap dan tindakan gubernur terhadap sebuah organisi binaan pemerintah memang sebuah kesalahan.? Kan tidak. Kenapa harus alergi kalau ada kritik.Harusnya pernyataan saya dijadikan evaluasi untuk pengurus-pengurus organisasi sejenis yang kegiatannya didukung APBD. Karena itu uang rakyat,” jawabnya.
Persoalan dirinya diminta fokus melakukan pembenahan organisasi untuk memenangkan Partai Golkar pada Pemilu 2024 mendatang, itu persoalan lain kata Ihsan.
“Kalau saya dianggap kader memangnya apa yang sudah saudara Irham lakukan untuk membesarkan MKGR di Sumatera Utara ini. Apa pernah saudara Irham selaku Kordinator MKGR Sumut berkomunikasi dan atau merangkul dan membina kami khususnya pengurus Kota Medan. Selama ini saudara Irham dimana?. Jangan tiba-tiba nongol jadi pahlawan dan bicara kepengurusan MKGR Kota Medan. Jangan-jangan saudara Irham yang ingin mencari perhatian. Jadi tolong jangan asal bunyi,” pungkas Ihsan balik.(LMC-01)
