Gubernur Sumut Edy Rahmayadi
Medan, 2/3 (LintasMedan) – Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menyatakan permohonan maaf, dan lebih memilih menyalahkan dirinya sendiri, usai melantik pejabat yang sudah meninggal dan pensiun beberapa waktu lalu.
“Ya sudah saya yang minta maaf, semua ini yang salah adalah gubernur karena saya yang melantik,” ucapnya menjawab wartawan usai kembali melakukan pelantikan sejumlah pejabat eselon III dan IV, Kamis, 2/3.
Ia malah mengaku enggan menyalahkan bawahannya, dalam hal ini Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) meski akibat kecerobohan itu, gubernur mendapat kecaman dan bully dari masyarakat.
Edy bahkan mengaku yakin, hal itu akibat ketidak sengajaan bawahannya. “Jadi nggak, nggak mungkin ada upaya mempermalukan saya. Anak buah saya nggak sejahat itulah,” ucapnya.
BKD begitu sibuk karena dalam dua hari harus mengerjakan tugasnya mengurusi seribu orang pegawai dan awalnya 911 menurut gubernur tidaklah gampang.
Apalagi, kata dia masih ada 600 orang kedepan dan dalam waktu singkat akan kembali dilantik.
“Saya tahu ini tak gampang, karena dalam waktu singkat harus melaporkan sebab sudah keluar SK untuk likuidasi dan dengan segera orang tersebut harus mendapat gaji,” papar Edy.
Gubernur mengaku maklum jika ada kesalahan anak buahnya itu dan malah memilih dia yang minta maaf.
“Jangan tujuannya sama dengan yang diluar mundur, copot. Kalau memang harus mundur dan dicopot sayalah yang harus dicopot,” ujarnya.(LMC-02)
