Skip to content

Akurat dan Edukatif

Primary Menu
Live
  • Home
  • Medan
  • Jurnalis Muda, Gagasan Besar: Saifullah Defaza Menyatukan Langkah, Bukan Menyamakan Tulisan
  • Headline
  • Medan
  • Sumut

Jurnalis Muda, Gagasan Besar: Saifullah Defaza Menyatukan Langkah, Bukan Menyamakan Tulisan

Lintas Medan 7 Juli 2026 3 min read
Syaifullah Defaza (Foto:LintasMedan/ist)

Medan,7/7 (LintasMedan) – Di dunia jurnalistik, menyatukan wartawan sering kali jauh lebih sulit daripada menyatukan sebuah organisasi.

Sebab yang dipersatukan bukan sekadar orang, melainkan pikiran, idealisme, pengalaman, karakter redaksi, bahkan ego profesional yang memang menjadi bagian dari kehidupan pers yang sehat.

Karena itu, ukuran keberhasilan seorang pemimpin organisasi wartawan sesungguhnya bukanlah banyaknya anggota yang mengikuti arahannya, apalagi keseragaman berita yang lahir.

Wartawan bukan aparatur yang bekerja berdasarkan komando isi pemberitaan. Mereka bekerja berdasarkan fakta, kode etik, dan kebijakan redaksi masing-masing.

Yang dapat disatukan hanyalah langkah.

Dan di titik itulah kepemimpinan Saifullah Defaza menarik untuk dicermati.

Dalam penyelenggaraan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50, Forum Wartawan Pemprov Sumut (FWP) yang dipimpinnya mengoordinasikan sekitar 115 wartawan dari berbagai media. Angka itu mungkin tampak biasa.

Namun bagi mereka yang memahami dinamika organisasi pers, jumlah tersebut sesungguhnya menggambarkan sebuah tantangan kepemimpinan yang tidak sederhana.

Seratus lima belas wartawan berarti seratus lima belas karakter. Seratus lima belas cara memandang sebuah peristiwa. Seratus lima belas kebijakan redaksi yang berbeda. Tidak mungkin semua menulis dengan sudut pandang yang sama, dan memang tidak boleh demikian.

Justru di situlah nilai kepemimpinan diuji,

Saifullah tampaknya memilih jalan yang tepat. Ia tidak berusaha menyeragamkan isi berita.

Ia membangun kesepahaman mengenai mekanisme peliputan, memperkuat koordinasi, mengatur rotasi tugas, dan memastikan seluruh wartawan memperoleh akses informasi yang sama. Dengan cara itu, independensi jurnalistik tetap terjaga, sementara efektivitas peliputan dapat diwujudkan.

Pilihan itu menunjukkan pemahaman yang matang mengenai batas antara kepemimpinan organisasi dan kebebasan pers.

Dalam organisasi wartawan, seorang ketua bukan editor bagi anggotanya.

Ia adalah fasilitator yang membuka ruang, membangun komunikasi, dan memastikan setiap wartawan dapat menjalankan profesinya secara optimal. Kepemimpinan seperti inilah yang sering kali tidak terlihat, tetapi justru menentukan kualitas sebuah organisasi.

Menariknya, pendekatan tersebut bukan lahir secara tiba-tiba.

Sebelum memimpin Forum Wartawan Pemprov Sumut, Saifullah Defaza telah cukup lama dikenal di kalangan insan pers Kota Medan melalui kiprahnya sebagai Ketua Persatuan Wartawan Unit Pemerintah Kota Medan. Pengalaman itu memberinya kesempatan memahami dinamika hubungan antara pemerintah, media, dan kepentingan publik.

Ditambah dengan pengalamannya sebagai praktisi pers, ia terbiasa melihat bahwa komunikasi yang baik bukan dibangun melalui keseragaman pandangan, melainkan melalui penghormatan terhadap perbedaan yang dikelola dengan baik.

Di tengah perubahan lanskap media yang bergerak begitu cepat, organisasi wartawan juga menghadapi tantangan baru. Kecepatan informasi sering kali mengalahkan kedalaman verifikasi. Kompetisi antarmedia semakin ketat. Ruang digital mempercepat lahirnya berbagai opini.

Dalam situasi seperti itu, organisasi wartawan tidak cukup hanya menjadi wadah berkumpul. Ia harus mampu menjadi ruang kolaborasi yang memperkuat profesionalisme anggotanya.

Generasi muda memiliki peran penting dalam proses itu.

Kepemimpinan tidak lagi hanya diukur dari usia atau lamanya seseorang berkecimpung dalam organisasi, melainkan dari kemampuannya membaca perubahan dan membangun jembatan di antara berbagai kepentingan tanpa mengorbankan nilai-nilai dasar jurnalistik.

Dalam konteks itulah, sosok Saifullah Defaza memberi satu pelajaran yang menarik. Bahwa seorang jurnalis muda tidak harus menunggu puluhan tahun untuk menghadirkan gagasan yang matang.

Yang dibutuhkan adalah kemauan mendengar, kemampuan membangun kepercayaan, dan kecakapan merangkul banyak pihak tanpa kehilangan pijakan pada etika profesi.

Pada akhirnya, keberhasilan mengoordinasikan peliputan PRSU bukanlah semata tentang terselenggaranya jadwal piket atau hadirnya wartawan di arena setiap hari.

Yang lebih penting adalah terbangunnya kesadaran bahwa pers tetap dapat berjalan bersama dalam sebuah ekosistem kolaboratif tanpa kehilangan independensinya.

Barangkali di situlah letak gagasan besar yang layak diapresiasi. Menyatukan langkah bukan berarti menyamakan tulisan.

Sebaliknya, justru dengan menghormati keberagaman sudut pandang itulah organisasi wartawan menunjukkan kedewasaan dan profesionalismenya.

Di era ketika perbedaan sering dipersepsikan sebagai perpecahan, kepemimpinan yang mampu merawat kolaborasi tanpa mengikis independensi menjadi modal yang semakin berharga.

Dan jika semakin banyak jurnalis muda menghadirkan cara pandang seperti ini, masa depan organisasi pers akan memiliki fondasi yang semakin kokoh: bukan karena semua berpikir sama, melainkan karena semua tetap dapat melangkah bersama dalam menjaga martabat profesi jurnalistik.(red)

Post Views: 45

Continue Reading

Previous: Dinas SDA Sumut Pamerkan Pengelolaan Irigasi dan Sumber Daya Air di PRSU ke-50, Dukung Pembangunan Berkelanjutan

Related Stories

Dinas SDA Sumut Pamerkan Pengelolaan Irigasi dan Sumber Daya Air di PRSU ke-50, Dukung Pembangunan Berkelanjutan
2 min read
  • Headline
  • Sumut

Dinas SDA Sumut Pamerkan Pengelolaan Irigasi dan Sumber Daya Air di PRSU ke-50, Dukung Pembangunan Berkelanjutan

7 Juli 2026
Tiket Masuk PRSU 2026, Dukungan Masyarakat untuk Kreativitas dan Pelestarian Budaya
2 min read
  • Headline
  • Sumut

Tiket Masuk PRSU 2026, Dukungan Masyarakat untuk Kreativitas dan Pelestarian Budaya

7 Juli 2026
Turis Asing Kunjungi PRSU 2026, Ingin Mengenal Budaya di Sumut
2 min read
  • Headline
  • Sumut

Turis Asing Kunjungi PRSU 2026, Ingin Mengenal Budaya di Sumut

7 Juli 2026

You may have missed

Jurnalis Muda, Gagasan Besar: Saifullah Defaza Menyatukan Langkah, Bukan Menyamakan Tulisan
3 min read
  • Headline
  • Medan
  • Sumut

Jurnalis Muda, Gagasan Besar: Saifullah Defaza Menyatukan Langkah, Bukan Menyamakan Tulisan

7 Juli 2026
Dinas SDA Sumut Pamerkan Pengelolaan Irigasi dan Sumber Daya Air di PRSU ke-50, Dukung Pembangunan Berkelanjutan
2 min read
  • Headline
  • Sumut

Dinas SDA Sumut Pamerkan Pengelolaan Irigasi dan Sumber Daya Air di PRSU ke-50, Dukung Pembangunan Berkelanjutan

7 Juli 2026
Tiket Masuk PRSU 2026, Dukungan Masyarakat untuk Kreativitas dan Pelestarian Budaya
2 min read
  • Headline
  • Sumut

Tiket Masuk PRSU 2026, Dukungan Masyarakat untuk Kreativitas dan Pelestarian Budaya

7 Juli 2026
Turis Asing Kunjungi PRSU 2026, Ingin Mengenal Budaya di Sumut
2 min read
  • Headline
  • Sumut

Turis Asing Kunjungi PRSU 2026, Ingin Mengenal Budaya di Sumut

7 Juli 2026
  • Iklan
  • Pedoman Media Cyber
  • Tentang Kami
  • Beranda
  • Headline
  • Luar Negeri
  • Nasional
  • Sumut
  • Hiburan
  • Kuliner
  • Foto
  • UKM
  • Feature
  • Bisnis
  • Advetorial
  • Sports
  • Hukum
  • Politik
  • Medan
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.