Skip to content

Akurat dan Edukatif

Primary Menu
  • Artikel
Live
  • Home
  • Sumut
  • Akses Jalan Tol Resahkan Warga Dusun 13 Pasar Melintang
  • Sumut

Akses Jalan Tol Resahkan Warga Dusun 13 Pasar Melintang

Lintas Medan 6 Maret 2016 2 min read

Anggota DPRD Sumut Eveready Sitorus saat melakukan reses di daerah pemilihannya (Dapil III) Kabupaten Deliserdang, Minggu (6/3).(Foto:Lintasmedan/ist)

Anggota DPRD Sumut Eveready Sitorus saat melakukan reses di daerah pemilihannya (Dapil III) Kabupaten Deliserdang, Minggu (6/3).(Foto:Lintasmedan/ist)
Anggota DPRD Sumut Eveready Sitorus saat melakukan reses di daerah pemilihannya (Dapil III) Kabupaten Deliserdang, Minggu (6/3).(Foto:Lintasmedan/ist)

Lubukpakam, 6/3 (LintasMedan) – Pembukaan akses jalan tol Medan-Tebingtinggi yang membelah tanah warga Dusun 13 Pasar Melintang Kabupaten Deliserdang menuai protes warga karena jalan utama milik masyarakat yang ada di 17 Dusun Pasar Melintang itu justru ditutup.

Kepala Dusun Pasar 13 Pasar Melintang R Hutauruk mengungkapkan hal itu kepada anggota DPRD Sumut Eveready Sitorus ketika melakukan reses di daerah pemilihan (Dapil) III di Lorong Baru, Minggu.

Reses Dapil III yang dihadiri 70 Kepala keluarga ini mengeluhkan kalau kondisi jalan utama yang biasa dilalui masyarakat di jalan Pembangunan Dusun 13 dan Dusun 8 Desa Pagar Jati saat ini sudah ditutup pihak PT Waskita selaku pihak pengembang.

Selain itu juga kantor Desa di Pasar Melintang juga ditutup dan pihak PT Waskita hanya memberi ganti rugi ke Pemerintah Kabupaten Deliserdang.

“Kami berharap persoalan ini menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sumata Utara,” kata Hutauruk.

Terkait penutupan jalan utama PT Waskita hanya membangun jembatan penyeberangan orang (JPO).

Sedangkan yang diinginkan masyarakat adalah jembatan penyeberang kenderaan (JPK) karena di lokasi mereka tinggal banyak gereja dan mesjid yang senantiasa dilalui masyarakat.

“Bagaimana mungkin akses jalan kami ditutup untuk membangun jalan tol sementara kenderaan yang dimiliki warga sekitar mau lewat dari mana nantinya,” ujar Hutauruk.

Pada prinsipnya, kata Hutauruk masyarakat yang ada di 17 Dusun ini sangat setuju dengan pembukaan akses jalan tol Medan-Tebingtinggi.

“Tapi maunya akses jalan warga juga harus dipikirkan,” ujarnya.

Ungkapan senada juga disampaikan warga lainnya, Napitupulu dan boru Silalahi, akibat pembangunan akses jalan tol kini ada sekira 60 hektar lahan sawah habis dibabat.

Demikian juga dengan lahan irigasi yang mengairi sawah’sawah penduduk habis sehingga mata pencahariam masyarakat hilang semua.

“Mata pencarian kami sudah tidak adalagi Pak Dewan bagaimana kami mau menyambung nyawa lagi kalau laham pertanian kami sudah habis semua,” kata Boru Silalahi.

Menanggapi akses jalan masyarakat yang ditutup PT Waskita, Eveready Sitorus mengatakan bahwa tanah masyarakat yang sudah diambil pemerintah untuk pembuatan akses jalan tol sudah diganti rugi kepada masyarakat, artinya , kata Eveready tidak adalagi persoalan.

Hanya saja sekarang yang menjadi tuntutan masyarakat tak lain adalah masalah jalan utama yang ada di Pasar Melintang terlebih untuk jalan mobil dan kenderaan roda dua.

“Saya akan mengupayakan dan menampung aspirasi warga di 17 Dusun ini. Bagaimana solusi mencari jalan utama bagi masyarakat akan disampaikan kepada pemerintah lewat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembanh),” katanya.(LMC/rel)

Post Views: 148
Tags: eveready sitorus Jalan Tol reses warga

Continue Reading

Previous: Guru Khawatir Siswa SD Suka Ngelem
Next: Leonard Samosir : Jangan Anak Tirikan Dairi

Related Stories

Lapas Panyabungan Optimalkan Pembinaan Keagamaan Melalui Belajar Iqra dan Al Quran
1 min read
  • Sumut

Lapas Panyabungan Optimalkan Pembinaan Keagamaan Melalui Belajar Iqra dan Al Quran

5 Oktober 2026
Lapas Panyabungan Perkuat Pengawasan Lingkungan dan Menata Aset
1 min read
  • Sumut

Lapas Panyabungan Perkuat Pengawasan Lingkungan dan Menata Aset

3 Oktober 2026
Semangat Hari Batik Nasional 2026: Jajaran Lapas Panyabungan Berkomitmen Lestarikan Warisan Nusantara
1 min read
  • Sumut

Semangat Hari Batik Nasional 2026: Jajaran Lapas Panyabungan Berkomitmen Lestarikan Warisan Nusantara

2 Oktober 2026

You may have missed

Lapas Panyabungan Optimalkan Pembinaan Keagamaan Melalui Belajar Iqra dan Al Quran
1 min read
  • Sumut

Lapas Panyabungan Optimalkan Pembinaan Keagamaan Melalui Belajar Iqra dan Al Quran

5 Oktober 2026
Lapas Panyabungan Perkuat Pengawasan Lingkungan dan Menata Aset
1 min read
  • Sumut

Lapas Panyabungan Perkuat Pengawasan Lingkungan dan Menata Aset

3 Oktober 2026
Semangat Hari Batik Nasional 2026: Jajaran Lapas Panyabungan Berkomitmen Lestarikan Warisan Nusantara
1 min read
  • Sumut

Semangat Hari Batik Nasional 2026: Jajaran Lapas Panyabungan Berkomitmen Lestarikan Warisan Nusantara

2 Oktober 2026
Logika Publik Ditantang, Murid Kelas 2 SD di Kecamatan Bukit Malintang Bunuh Diri?
1 min read
  • Sumut

Logika Publik Ditantang, Murid Kelas 2 SD di Kecamatan Bukit Malintang Bunuh Diri?

1 Oktober 2026
  • Iklan
  • Pedoman Media Cyber
  • Tentang Kami
  • Beranda
  • Headline
  • Luar Negeri
  • Nasional
  • Sumut
  • Hiburan
  • Kuliner
  • Foto
  • UKM
  • Feature
  • Bisnis
  • Advetorial
  • Sports
  • Hukum
  • Politik
  • Medan
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.