Skip to content

Akurat dan Edukatif

Primary Menu
  • Artikel
Live
  • Home
  • Headline
  • Hamburkan Uang Rakyat, FDT 2015 Terus Menuai Kritik
  • Headline

Hamburkan Uang Rakyat, FDT 2015 Terus Menuai Kritik

Lintas Medan 19 November 2015 2 min read

FDTMedan, 19/11 (LintasMedan) -Penyelenggaraan Festival Danau Toba terus menuai kritik sejumlah kalangan, pada setiap pesta akbar itu digelar. Banyak komentar yang menuding program Dinas Pariwisata yang menelan anggaran untuk tahun ini mencapai Rp4.2 M, terkesan dipaksakan dan hanya menghambur-hamburkan uang rakyat. FDT bahkan dituding tidak menuai manfaat bagi perekonomian masyarakat yang tinggal di kawasan sekitar Danau Toba.

Kali ini kritik datang dari anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara daerah pemilihan Sumut XI (Karo, Pakpak Bharat, Dairi) Astrayuda Bangun.

“Untuk gelaran FDT 2015i tuan rumah Tanah Karo, namun saya menilai sama sekali tidak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat,” kata Astrayuda, Kamis.

Dia menyesalkan, karena seharusnya dana senilai miliaran Rupiah tersebut bisa dipergunakan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat seperti membantu pengungsi Gunung Sinabung.

Ironisnya, event yang bersumber dari dana APBD dan APBN ini justru digelar di hotel mewah.

Padahal tujuan dari penghelatan Festival Danau Toba sendiri adalah untuk mempromosikan Danau Toba sebagai ikon Sumut.

“Kenapa tidak dibuat di Tongging yang sudah jelas berada di pinggir Danau Toba. Bahkan objeknya di sana lebih jelas ada gunungnya dan danaunya,” kata anggota Komisi D DPRD Sumut ini.

Sebagai putra daerah Tanah Karo, ia juga merasa kecewa dengan sikap Pemkab Karo yang tidak mengundang sejumlah anggota DPRD yang berasal dari daerah tersebut. Bukan hanya dirinya, tetapi sejumlah anggota dewan Kabupaten Karo yang menjadi tuan rumah acara pun tidak menerima undangan.

Oleh karena itu, pihaknya menyarankan Menteri Pariwisata Arief Yahya yang dijadwalkan akan membuka event tahunan promosi budaya dan pariwisata Sumut itu tidak perlu menghadiri kegiatan yang tidak jelas tersebut.

“Kita minta Menteri Pariwisata tidak usah datang. Itu sama saja membuat malu Tanah Karo sendiri,” ujarnya.

Kemudian, anggota Komisi D DPRD Sumut ini juga akan meminta Komisi B untuk memanggil Dinas Pariwisata Sumut dalam waktu dekat. Hal itu dilakukan dalam upaya meminta penjelasan terkait penggunaan anggaran untuk kegiatan yang dianggap tidak jelas pemanfaatannya.

“Pemprov Sumut diminta menegur Kepala Dinas Pariwisata. Buat apa menghabiskan dana miliaran padahal Sumut sendiri sedang mengalami kesusahan seperti ini,” katanya.(LMC-02)

Post Views: 103
Tags: Festival Danau Toba kritik Uang Rakyat

Continue Reading

Previous: Mahasiswa Desak Aparat Hukum Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Dishub Sumut
Next: Papan Reklame “Raksasa” Ikut Dibongkar

Related Stories

Rakorwal GTRA 2026: Pemkab Simalungun Tegaskan Reforma Agraria Bukan Sekadar Seremonial
2 min read
  • Headline
  • Sumut

Rakorwal GTRA 2026: Pemkab Simalungun Tegaskan Reforma Agraria Bukan Sekadar Seremonial

22 September 2026
Jembatan Perintis Mangga Diresmikan, Rico Waas Tekankan Manfaat bagi Mobilitas Warga
1 min read
  • Headline
  • Medan

Jembatan Perintis Mangga Diresmikan, Rico Waas Tekankan Manfaat bagi Mobilitas Warga

15 September 2026
Bupati Asahan Terima Audiensi GMKI, Dorong Kolaborasi Program Kepemudaan
2 min read
  • Asahan
  • Headline
  • Sumut

Bupati Asahan Terima Audiensi GMKI, Dorong Kolaborasi Program Kepemudaan

14 September 2026

You may have missed

Lapas Panyabungan Optimalkan Pembinaan Keagamaan Melalui Belajar Iqra dan Al Quran
1 min read
  • Sumut

Lapas Panyabungan Optimalkan Pembinaan Keagamaan Melalui Belajar Iqra dan Al Quran

5 Oktober 2026
Lapas Panyabungan Perkuat Pengawasan Lingkungan dan Menata Aset
1 min read
  • Sumut

Lapas Panyabungan Perkuat Pengawasan Lingkungan dan Menata Aset

3 Oktober 2026
Semangat Hari Batik Nasional 2026: Jajaran Lapas Panyabungan Berkomitmen Lestarikan Warisan Nusantara
1 min read
  • Sumut

Semangat Hari Batik Nasional 2026: Jajaran Lapas Panyabungan Berkomitmen Lestarikan Warisan Nusantara

2 Oktober 2026
Logika Publik Ditantang, Murid Kelas 2 SD di Kecamatan Bukit Malintang Bunuh Diri?
1 min read
  • Sumut

Logika Publik Ditantang, Murid Kelas 2 SD di Kecamatan Bukit Malintang Bunuh Diri?

1 Oktober 2026
  • Iklan
  • Pedoman Media Cyber
  • Tentang Kami
  • Beranda
  • Headline
  • Luar Negeri
  • Nasional
  • Sumut
  • Hiburan
  • Kuliner
  • Foto
  • UKM
  • Feature
  • Bisnis
  • Advetorial
  • Sports
  • Hukum
  • Politik
  • Medan
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.