
Medan, 28/1 (LintasMedan) – Kepala Inspektorat Provinsi Sumut Lasro Marbun mengaku dirinya pernah kecewa dengan kalangan oknum insan pers karena keterangan yang dipaparkannya nyaris tidak sesuai dengan materi yang ditulis dari hasil wawancara.
“Saya diwawancarai dan menjelaskannya cukup lama dan detail. Namun apa yang saya jelaskan itu justru tidak ditulis secara utuh oleh wartawan yang mewawancarai saya,” katanya saat acara silaturahmi antara gubsu beserta jajaran pimpinan OPD Pemprov Sumut di rumah dinas gubernur jalan Sudirman Medan, Jumat, (28/1).
Tanpa menyebutkan nama-nama media dan wartawan yang melakukan wawancara ketika itu, di hadapan gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan puluhan insan pers yang hadir pada acara silaturrahmi itu, Larso mengatakan akhirnya memilih bersikap hati-hati untuk melayani permintaan wawancara wartawan.
“Saya ini sudah tua, ingin juga bersama membangun daerah. Namun kenapa dibuat seperti itu,” ucapnya.
Ia menyampaikan itu mewakili sejumlah OPD, terkait keluhan wartawan yang disampaikan kepada gubernur begitu sulit untuk berwawancara dengan kepala dinas di jajaran Pemprov Sumut.
“Mudah-mudahan yang saya alami ini, beda dengan pengalaman para kepala OPD lainnya,” ujarnya.
Diakuinya, peran pers sangat strategis dalam menyebarluaskan informasi ke masyarakat, termasuk publikasi tentang kinerja OPD di lingkungan Pemprov Sumut.
Namun, lanjutnya, peran strategis pers tersebut tentunya harus objektif dan mengedepankan kaidah jurnalistik yang berlaku.
Mantan pejabat DKI Jakarta yang resmi dilantik sebagai kepala Inspektorat Sumut, 9 Agustus 2019, mengakui justru setelah pulang ke kampung halamannya saat ini menjadi tertutup dengan pers. “Dulunya saya akui sangat dekat dengan wartawan, bahkan sering berdiskusi. Tapi pengalaman itu membuat saya jadi menutup diri,” katanya.
Sebelumnya gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyampaikan Lasro Marbun merupakan pejabata eselon di DKI Jakarta di masa kepemimpinan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
“Berebut daerah yang ingin meminang Pak Larso ini, karena beliau orang cerdas. Justru Sumut yang mendapatkannya,” ucap Edy didampingi Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Afifi Lubis(LMC-02)
