Skip to content

Akurat dan Edukatif

Primary Menu
  • Artikel
Live
  • Home
  • Medan
  • KPK Didesak Dalami Sumber Dana Suap DPRD Sumut
  • Medan

KPK Didesak Dalami Sumber Dana Suap DPRD Sumut

Lintas Medan 7 Februari 2018 2 min read

Saharuddin. (Foto: LintasMedan/dok)

Saharuddin. (Foto: LintasMedan/dok)

Medan, 7/2 (LintasMedan) – Kalangan pegiat antikorupsi minta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami sumber dana yang diduga dikumpulkan oleh sejumlah oknum pejabat Pemprov Sumatera Utara (Sumut) untuk selanjutnya diperkirakan digunakan untuk menyuap sejumlah anggota DPRD Sumut terkait pengesahan APBD 2012-2015 dan membatalkan hak interpelasi terhadap Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho.

“Dalam penyidikan tindak pidana korupsi suap terkait dengan pengesahan APBD Sumut 2010-2014, kami berharap KPK juga mendalami sumber dana suap tersebut,” kata Koordinator Gerakan Rakyat Berantas Korupsi Sumatera Utara (Gerbraksu), Saharuddin di Medan, Rabu.

Menurut dia, selama ini yang diperiksa dan dijadikan tersangka adalah orang yang menerima dana, sementara sumber pendananya maupun oknum-oknum pejabat yang berperan sebagai operator pengumpul dana suap dan gratifikasi belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Ini harus jelas sumber dananya dari mana. Itu tugas KPK untuk mengusut masalah ini,” katanya.

Saharuddin memperkirakan dana suap dan gratifikasi yang diterima oknum legislator di DPRD Sumut bukan berasal dari APBD, tetapi kuat dugaan bersumber dari pengusaha yang memiliki hubungan kerja sama dengan sejumlah oknum pejabat satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov Sumut.

Kalangan pengusaha tersebut, kata dia, kemungkinan bersedia mengeluarkan dana yang dibutuhkan oknum-oknum pejabat SKPD setelah dijanjikan akan diberi imbalan sejumlah paket proyek.

Karena itu, ia berharap agar KPK bisa ‘fair’ dan adil dalam mengusut kasus suap untuk pengesahan APBD 2012 -2015 dan membatalkan hak interpelasi terhadap Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho tersebut.

Saharuddin menegaskan bahwa desakan yang dilakukan pihak Gerbraksu kepada KPK merupakan bagian dari bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam gerakan pemberantasan korupsi.

Sebagaimana diketahui, kasus pemberian suap dan gratfikasi yang melibatkan mantan gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho serta pimpinan dan anggota DPRD Sumut terkait persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemprov Sumut tahun 2012-2014, persetujuan perubahan APBD Sumut tahun 2013 dan 2014, pengesahan APBD Sumut tahun 2014 dan 2015, serta penolakan penggunaan hak interpelasi DPRD Provinsi Sumut tahun 2015.

Tim penyidik KPK di Medan, baru-baru ini, kembali melanjutkan pemeriksaan terhadap 46 anggota serta mantan anggota DPRD Sumut dan 18 pejabat Pemprov Sumut, termasuk mantan Sekdaprov Sumut Hasban Ritonga.

Pemeriksaan ini merupakan yang ketiga kalinya dilakukan KPK. Pada pemeriksaan pertama 2015 lalu, KPK menahan Ketua DPRD Sumut periode tersebut Ajib Shah (Golkar), mantan Ketua DPRD Sumut Saleh Bangun (Demokrat), serta mantan Wakil Ketua DPRD Sumut Chaidir Ritonga (Golkar) dan Sigit Pramono Asri (PKS).

Pemeriksaan gelombang kedua tahun 2016 lalu juga berakhir dengan penahanan terhadap tujuh anggota DPRD Sumut periode tersebut. Ketujuhnya, yakni M Affan (PDI Perjuangan), Bustami (PPP), Zulkifli Husein (PAN), Parluhutan Siregar (PAN), Zulkifli Effendi Siregar (Hanura), Budiman Nadapdap (PDI Perjuangan), dan Guntur Manurung (Demokrat).

Mereka telah dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Tipikor di Jakarta setelah terbukti menerima suap dan gratifikasi. (LMC-03)

Post Views: 93
Tags: didesak dprd sumut Interpelasi kpk suap sumber dana Usut

Continue Reading

Previous: Program Jaksa “Road to Kecamatan” Diharap Berlanjut
Next: DPRD Medan Pertanyakan Izin Manhattan

Related Stories

Pulau Pinang Hadirkan Pagelaran Hiburan Melayu di Pekan Raya Sumatera Utara
1 min read
  • Medan

Pulau Pinang Hadirkan Pagelaran Hiburan Melayu di Pekan Raya Sumatera Utara

26 Juli 2026
Remaja dan Kaum Muda Paling Banyak Alami Depresi Akibat Tekanan Keluarga hingga Pekerjaan
2 min read
  • Headline
  • Medan

Remaja dan Kaum Muda Paling Banyak Alami Depresi Akibat Tekanan Keluarga hingga Pekerjaan

25 Juli 2026
Budi Doremi Guncang PRSU, Kawula Muda Medan Terlarut dalam Lagu-Lagu Penuh Kenangan
1 min read
  • Headline
  • Hiburan
  • Medan

Budi Doremi Guncang PRSU, Kawula Muda Medan Terlarut dalam Lagu-Lagu Penuh Kenangan

25 Juli 2026

You may have missed

Produk Herbal Laris Manis di Paviliun Pulau Pinang
1 min read
  • Bisnis
  • Headline
  • Kesehatan

Produk Herbal Laris Manis di Paviliun Pulau Pinang

27 Juli 2026
6 Varian Prenagen untuk Setiap Tahap Kehamilan, Pilih Sesuai Trimester
3 min read
  • Bisnis
  • Kesehatan

6 Varian Prenagen untuk Setiap Tahap Kehamilan, Pilih Sesuai Trimester

27 Juli 2026
Pulau Pinang Hadirkan Pagelaran Hiburan Melayu di Pekan Raya Sumatera Utara
1 min read
  • Medan

Pulau Pinang Hadirkan Pagelaran Hiburan Melayu di Pekan Raya Sumatera Utara

26 Juli 2026
Remaja dan Kaum Muda Paling Banyak Alami Depresi Akibat Tekanan Keluarga hingga Pekerjaan
2 min read
  • Headline
  • Medan

Remaja dan Kaum Muda Paling Banyak Alami Depresi Akibat Tekanan Keluarga hingga Pekerjaan

25 Juli 2026
  • Iklan
  • Pedoman Media Cyber
  • Tentang Kami
  • Beranda
  • Headline
  • Luar Negeri
  • Nasional
  • Sumut
  • Hiburan
  • Kuliner
  • Foto
  • UKM
  • Feature
  • Bisnis
  • Advetorial
  • Sports
  • Hukum
  • Politik
  • Medan
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.