Skip to content

Akurat dan Edukatif

Primary Menu
  • Artikel
Live
  • Home
  • Sumut
  • Petani Keluhkan Irigasi Menuju Swasembada Beras
  • Sumut

Petani Keluhkan Irigasi Menuju Swasembada Beras

Lintas Medan 7 Maret 2016 2 min read

Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Gerindra Eveready Sitorus saat berdialog dengan masyarakat petani di Desa Karang Anyar Kabupaten Deli Serdang dalam rangka reses, Senin (7/3).(Foto:Lintasmedan/ist)

Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Gerindra Eveready Sitorus saat berdialog dengan masyarakat petani di Desa Karang Anyar Kabupaten Deli Serdang dalam rangka reses, Senin (7/3).(Foto:Lintasmedan/ist)
Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Gerindra Eveready Sitorus saat berdialog dengan masyarakat petani di Desa Karang Anyar Kabupaten Deli Serdang dalam rangka reses, Senin (7/3).(Foto:Lintasmedan/ist)

Deliserdang, 7/3 (LintasMedan)- Masyarakat petani di Desa Karang Anyar Kecamatan Beringin, Ramunia dan Pantai Labu Kabupaten Deliserdang mengaku siap mendukung program pemerintah menanam padi setahun tiga kali menuju swasembada beras serta meningkatkan kualitas produk petani dalam persaingan di pasar bebas Asia

Namun untuk bisa mewujudkannya petani masih memiliki berbagai kendala, salah satunya saluran irigasi yang belum maksimal mengairi sawah-sawah penduduk.

“Kami siap mendukung program pemerintah  mewujudkan swasembada beras, namun sampai saat ini saluran irigasi yang dibangun pihak Pengelola Sumber Daya Alam (PSDA) dan Balai Wilayah Sungai (BWS) belum maksimal mengaliri sawah kami,” ungkap, Slamet salah seorang petani.

Dia dan petani lainnya, di antaranya Susianti, dan Ramlan menyampaikan hal itu kepada anggota DPRD Sumut Eveready Sitorus saat melakukan reses di Desa Karang Anyar , Senin.

Kegiatan reses politikus Partai Gerindra daerah pemilihan (Dapil) III Kabupaten Deliserdang ini juga dihadiri Camat Beringin yang diwakili Wakil Camat Arvo Wibono, Kepala Desa Karang Anyar Sugeng , Danramil dan Poldes serta ratusan petani.

Kalangan petani berharap persoalan irigasimenjadi perhatian pemerintah Kabupaten Deliserdang dan Provinsi Sumatera Utata.

Masyarakat mengungkapkan di daerah mereka saat ini ada sekitar 18.500 ha lahan pertanian yang harus dialiri air.

Sementara rotasi pembagian air antara Kabupaten Deliserdang dan Kabupaten Serdang Bedagai harus maksimal karena disatu sisi lahan pertanian di Kabupaten Serdang Bedagai lebih luas.

Praktek yang mereka lakukan selama ini untuk bisa mengaliri sawah sawah penduduk terpaksa harus berjaga di bendungan irigasi yang ada mulai dari bendungan Pulau Takur selama 1 x 24 jam baru air bisa mengailir.

“Bagaimana mungkin swasembada pangan bisa tercapai kalau pembagian air tidak merata,” kata Slamet.

Sunardi Ketua Kelompok Karya Tani yang memiliki anggota sebanyak 50 orang juga menyampaikan bahwa program swasembada pangan dengan percepatan tanam masih membingungkan masyarakat.

Persoalan lainnya yang muncul di tengah-tengah masyarakat adalah alat kelengkapan pertanian seperti traktor untuk mengolah tanah tidak dimiliki masyarakat.

Dengan kurangnya alat-alat ini maka masyrakat juga merasa miris mengikuti program pemerintah dalam rangka percepatan pembangunan swasembada beras menuju MEA.

Menanggapi keluhan masyrakat Desa Karang Anyar Kecamatan Beringin Kabupaten Deliserdang yang pernah menjadi juara I tingkat Nasional di Lingkungan Hidup, Eveready mengatakan akan menyampaikannya kepada Bupati dan Gubernur.

Selain itu juga terkait saluran irigasi secara pribadinya akan disampaikannya kepada pihak Dinas PSDA dan BWS agar melakukan perbaikan khususnya di Desa Karang Anyar.(LMC-02)

Post Views: 137
Tags: dprd sumut eveready sitorus Irigasi petani reses swasembada beras

Continue Reading

Previous: Leonard Samosir : Jangan Anak Tirikan Dairi
Next: Pemerintah Diminta Tidak Tunda Penyelesaian Sengketa Lahan

Related Stories

Cegah Banjir, DLH Madina Pasang Papan Larangan Buang Sampah Liar
1 min read
  • Sumut

Cegah Banjir, DLH Madina Pasang Papan Larangan Buang Sampah Liar

31 Oktober 2026
STAIN Madina Gelar Wisuda 519 Sarjana, Bupati: Pentingnya SDM Berkualitas dan berakhlak di Era AI
2 min read
  • Sumut

STAIN Madina Gelar Wisuda 519 Sarjana, Bupati: Pentingnya SDM Berkualitas dan berakhlak di Era AI

31 Oktober 2026
Antisipasi Musin Hujan, Lapas Panyabungan dan Warga Bersihkan Lingkungan
1 min read
  • Sumut

Antisipasi Musin Hujan, Lapas Panyabungan dan Warga Bersihkan Lingkungan

30 Oktober 2026

You may have missed

Cegah Banjir, DLH Madina Pasang Papan Larangan Buang Sampah Liar
1 min read
  • Sumut

Cegah Banjir, DLH Madina Pasang Papan Larangan Buang Sampah Liar

31 Oktober 2026
STAIN Madina Gelar Wisuda 519 Sarjana, Bupati: Pentingnya SDM Berkualitas dan berakhlak di Era AI
2 min read
  • Sumut

STAIN Madina Gelar Wisuda 519 Sarjana, Bupati: Pentingnya SDM Berkualitas dan berakhlak di Era AI

31 Oktober 2026
Antisipasi Musin Hujan, Lapas Panyabungan dan Warga Bersihkan Lingkungan
1 min read
  • Sumut

Antisipasi Musin Hujan, Lapas Panyabungan dan Warga Bersihkan Lingkungan

30 Oktober 2026
Lapas Panyabungan Razia Kamar Hunian, Perkuat Komitmen ‘Sumatera Utara Tolak Narkoba’
1 min read
  • Sumut

Lapas Panyabungan Razia Kamar Hunian, Perkuat Komitmen ‘Sumatera Utara Tolak Narkoba’

28 Oktober 2026
  • Iklan
  • Pedoman Media Cyber
  • Tentang Kami
  • Beranda
  • Headline
  • Luar Negeri
  • Nasional
  • Sumut
  • Hiburan
  • Kuliner
  • Foto
  • UKM
  • Feature
  • Bisnis
  • Advetorial
  • Sports
  • Hukum
  • Politik
  • Medan
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.