
Medan, 10/4 (LintasMedan) – Pemandangan yang mengharukan, saat Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi langsung mencium kening Kinara, bocah berusia 4 tahun di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut Jalan KH Wahid Hasyim Medan, Senin.
Erry datang membesuk bocah perempuan satu-satunya korban selamat dalam kasus pembantaian dan pembunuhan satu keluarga di rumah mereka Pasar 1 Gang Tengah, Lingkungan 11, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli dan ditemukan warga, Minggu (09/04).
Kinara menderita luka serius di bagian mata dan kepala dan masih mendapat perawatan intensif setelah ayah, ibu, kakak, abang dan neneknya meninggal karena pembunuhan sadis itu.
Di rumah sakit, Gubernur disambut Kepala Rumkit Bhayangkara Medan AKBP Nyoman Eddy Purna Wirawan. Sementara bibi Kinara bersama sejumlah keluarga lainnya menunggu di lantai 2 rumah sakit tersebut.
Gubernur mencium kening Kinara berkali-kali dan mengusap keningnya. Seketika orang-orang yang menyaksikannya ikut menitikkan air mata.
“Pelaku pembunuhan ini sangat keji dan biadab. Mudah-mudahan polisi segera menangkap pelakunya dan sangat pantas dihukum seberat-beratnya,’’ ucap Erry dengan mata berkaca-kaca.
Usai menyerahkan uang duka, Gubernur meminta keluarga yang ditinggal selalu sabar, tabah dan tawakal.
‘’Pemerintah Provinsi berjanji siap membantu biaya pendidikan Kinara kelak jika diperlukan. Pasti kita membantu,’’ sebut Erry yang datang membesuk didampingi Kadis Pendidikan Provinsi Sumut Arsyad Lubis dan Kabag Humas Indah Dwi Kumala.
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Medan, AKBP Nyoman Eddy Purna Wirawan, memastikan kondisi Kinara sudah mulai pulih serta dalam penanganan tim medis. “Kondisinya stabil, sudah mulai membaik dan lebih tenang,”katanya.
Namun untuk memulihkan kondisi psikologisnya pasca trauma, pihak rumah sakit akan memberikan pendampingan secara intensif kepada Kinara, baik secara medis maupun psikis.(LMC-04)
