Medan, 16/9 (LintasMedan) – Anggota DPRD Medan dari Fraksi PKS Salman Alfarisi meminta agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap anggaran infrastruktur terkait masih terjadinya banjir di Kota Medan.
“Banjir yang melanda Kota Medan akibat luapan air sungai dan buruknya saluran drainase. Ini harus menjadi perhatian serius,” kata Sekretaris Komisi D, Salman Alfarisi, kepada pers Minggu (16/9).
“Dia menilai perlu adanya evaluasi terhadap proyek infrastruktur di Kota Medan karena belum bisa menjawab persoalan banjir ini,” katanya.
Salman juga melihat, produk hukum yang sudah ada misalnya Peraturan Daerah tentang Zonasi Wilayah, Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Rancangan Detail Tata Ruang (RDTR), Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) hingga perda Pengeloaan Persampahan belum mampu menjawab persoalan banjir ini.
Ia mengatakan, dalam penerapan produk hukum ini diperlukan ketegasan Pemerintah Kota Medan dalam menjalankannya.
“Dalam penerapan aturan diperlukan ketegasan Pemerintah Kota, karena banyak pembangunan di Medan tidak memperhatikan lingkungan sekitar sehingga menimbulkan dampak negatif,”tegasnya.
Persoalan banjir, sebut dia juga memerlukan sinkronisasi dan koordinasi antar lembaga.
Permasalahan banjir di sebuah kota juga dikeranakan buruknya edukasi dilakukan terhadap masyrakat terkait persoalan sampah.
“Masalah sampah juga menjadi salah satu faktor penyebab banjir, kita melihat Pemko belum maksimal melakukannya terutama soal edukasi kepada warga,” ucapnya.
Soal persampahan ini, DPRD sebagai lembaga legislatif sudah menyiapkan aturannya berupa Perda pengelolaan Persampahan. “DPRD sendiri sudah menyiapkannya, namun kita melihat penerapannya masih belum maksimal. Hal ini terbukti dengan masih banyaknya warga yang menganggap sungai sebagai tempat pembuangan sampah.” sesalnya.
Untuk menjawab permasalahan banjir ini, Salman menyarankan Pemko Medan secara bertahap terus melakukan pengelolaan kawasan pinggiran sungai dengan lebih baik lagi. “Penataan kawasan sungai mutlak dilakukan. Mungkin bisa dilakukan dengan membuat kawasan wisata di pinggir sungai serta menata kembali kawasan pemukiman di pinggir sungai,” tuturnya.(LMC/rel)
