Iswanda Nanda Ramli

Medan, 14/8 (LintasMedan) – Wakil Ketua DPRD Medan, H Iswanda (Nanda) Ramli mempertemukan orangtua siswa Ar Ridho dengan Badan Kenaziran Masjid (BKM) Al-Waqif terkait adanya informasi pengutipan uang dan pelarangan sholat di masjid tersebut.
“Pihak BKM sudah menjelaskan. Mereka tidak ada meminta sejumlah uang ke pihak yayasan. Bahkan pihak yayasan sendiri yang inisiatif untuk memberi dan tidak ada melarang anak–anak murid Ar Ridho untuk melakukan ibadah disini,” kata Nanda, Selasa (1/8).
Politisi Golkar ini menambahkan, kedatangannya untuk menyelesaikan permasalahan dan mencari solusi. “Dewan juga tak ingin masalah yang kecil dibesar-besarkan,” ujarnya.
Menurut Nanda sebagaimana disampaikan pihak BKM, anak-anak sering ribut di mesjid sehingga jamaah yang sedang beribadah terganggu.
“Tadi saya juga minta pada pihak sekolah agar ekstra ketat menjaga murid jika beribadah di mesjid ini, dan tidak membuat keributan di masjid ini, ” paparnya.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh pihak Sekolah Ar – Ridho, BKM Al – Waqif, Kecamatan, beserta tokoh masyarakat dan telah dicapai kesepakatan oleh semua pihak.
Kepala Sekolah Ar-Ridho Drs Muhammad Bustami menyebutkan, permasalahan tersebut berawal dari keluhan para jemaah. Apalagi tidak adanya tenaga pengajar pria menjadikan pengawasan terhadap anak-anak menjadi berkurang.
“Tahulah kita kalau anak-anak seusia itu bagaimana kan. Awalnya itu, karena jemaah merasa keberatan dengan anak-anak dan merasa shalatnya terganggu. Dan kebetulan, disekolah ini tidak ada guru prianya,” ucap Bustami.
Menanggapi keluhan jemaah itu, Bustami mengaku dirinya mengambil sikap untuk anak-anak agar shalat dzuhur berjemaahnya setelah orangtua selesai.
Terkait iuran kepada BKM, Bustami mengungkapkan itu merupakan kesepakatan bersama yayasan. “Kalau masalah itu, pernah ada pertemuan yayasan dengan BKM, dan kami memang sepakat memberi bantuan setiap bulan,”pungkasnya.(LMC/rel)
