
Medan, 26/11 (LintasMedan) – Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung di Sumatera Utara melalui empat pintu masuk pada bulan September 2018 mencapai 19.885 kunjungan, mengalami penurunan 16,68 persen dibanding yang datang pada bulan Agustus 2018 mencapai 23.866 kunjungan.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara Syech Suhaimi mengatakan hal itu kepada wartawan di kantornya Senin.
Penurunan jumlah wisman pada bulan September 2018 dibanding bulan sebelumnya
terbesar terjadi melalui pintu masuk Pelabuhan laut Belawan mengalami penurunan sebesar 80 persen, jumlah wisman melalui pintu masuk Pelabuhan Laut Tanjungbalai turun 40,96 persen, dan jumlah wisman yang datang melalui pintu masuk Bandar Udara Kualanamu Internasional turun sebesar 16,35 persen.
Suhaimi menjelaskan penurunan jumlah kunjungan wisman bulan September 2018 terhadap Agustus 2018 yang mencapai 6,68 persen, searah dengan total kunjungan wisman yang masuk ke Indonesia bulan September 2018 yang mengalami penurunan sebesar 10,13 persen atau dari 1.511.342 kunjungan menjadi 1.358.301 kunjungan..
Selama Januari-September 2018 jumlah wisman yang berkunjung di Sumatera Utara mengalami penurunan 12,98 persen dibanding jumlah wisman pada periode yang sama tahun 2017. Penurunan jumlah wisman tersebut terjadi hampir pada semua pintu masuk.
Suhaimi menyebutkan penurunan jumlah tertinggi terjadi melalui pintu masuk Pelabuhan Laut Belawan yang mengalami penurunan sebesar 99,19 persen, melalui pintu masuk Pelabuhan Laut Tanjungbalai turun sebesar 19,12 persen dan melalui pintu masuk Bandar Udara Kualanamu Internasional turun sebesar 6,18 persen.
Jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2017, jumlah wisman pada bulan September 2018 turun 1,10 persen, dari 20.954 kunjungan pada bulan Agustus 2017 menjadi 19.885 kunjungan.
“Pada September 2018, wisman dari Malaysia merupakan pengunjung yang terbanyak dengan 12.301 kunjungan atau 61,86 persen dari total wisman yang berkunjung di Sumatera Utara,” katanya.
Dari sepuluh negara pasar utama wisman pada September 2018, Malaysia masih mendominasi jumlah wisman yang datang di Sumatera Utara yaitu 61,86 persen, diikuti oleh Singapura 7,89 persen, RRC 3,82 persen, Jerman 3,40, Australia 2,63 persen, Belanda 2,07 persen, Inggris 1,84 persen, India 1,81 persen, Perancis 1,73 persen dan Amerika Serikat 1,69 persen.
“Jumlah wisman dari sepuluh negara tersebut sebesar 88,74 persen dari total kedatangan wisman di Sumatera Utara pada bulan September 2018,” ujarnya. (LMC/05)
