
Medan, 26/11 (LintasMedan) – Dampak dari pelemahan rupiah sebelumnya menyeret kenaikan harga pakan ternak yang kemudian berimbas pada kenaikan serupa, harga daging ayam ataupun telur ayam.
Untuk saat ini harga daging ayam dijual di kisaran Rp29 ribu per kg, mengalami kenaikan meskipun masih dalam rentang batas harga yang normal.
Walau demikian harga ayam saat ini dinilai kurang begitu memberikan keuntungan bagi pedagang.
Pedagang menilai, harga daging ayam yang di awal bulan sempat di kisaran Rp24 ribu hingga Rp25 ribu per kg memudahkan mereka dalam menjualnya.
Karena di harga seperti itu daging ayam dinilai ideal bagi sejumlah masyarakat.
Kenaikan harga daging ayam saat ini jelas kurang begitu menguntungkan bagi mereka.
Pengamat ekonomi Sumut Gunawan Benyamin, Senin mengatakan kalau dilihat dari tren kinerja harga daging ayam selama sebulan ini, secara keseluruhan harga daging ayam di bulan November memiliki rata-rata lebih murah dibandingkan dengan bulan oktober kemarin.
Bahkan harga menjelang penutupan bulan November cenderung tidak jauh berbeda dibandingkan dengan harga di akhir bulan kemarin.
“Saya menilai kenaikan harga daging ayam saat ini tidak akan berlanjut. Mengingat Rupiah perlahan sudah mengalami penguatan,” kata Gunawan.
Menurut dia, penguatan rupiah tersebut menjadi salah satu yang paling mendorong penurunan biaya pakan ternak nantinya. “Saya yakin bahwa kelanjutan penguatan rupiah nantinya akan memberikan dampak secara langsung bagi pemulihan harga daging ayam,” ujarnya.
Saat ini, yang dikeluhkan konsumen adalah adanya kelangkaan pada daging ayam kualitas besar. Sementara ayam dengan ukuran yang lebih kecil cukup tersedia. Meskipun segmentasi pasarnya cenderung lebih banyak dikonsumsi oleh pedagang kuliner seperti ayam penyet.
Selanjutnya harga telur ayam juga demikian, Sulit untuk ditekan. Bahkan terakhir harganya cenderung naik menjadi Rp22 ribu per kg, dari sebelumnya sebesar Rp21 ribu per kgnya. Kenaikan harga telur ayam ini juga didorong oleh kenaikan pada pada komponen biaya produksi yang disinyalir dari pelemahan rupiah sebelumnya.
Gunawan menambahkan masa produktifitas ayam petelur saat ini sudah mencapai titik maksimal, sehingga sangat berpeluang menciptakan keseimbangan baru dari sisi persediaannya.
“Namun, sejauh ini harga telur ayam masih sulit untuk di tekan, karena menurut perhitungan saya, harga telur ayam itu sebelumnya berada dalam rentang 18 ribu hingga 20 ribu per Kg nya,” paparnya.
Menurut dia, itu merupakan level ideal sebelum terjadi kelangkaan produktifitas serta pelemahan rupiah.
Berbeda dengan ayam, kata Gunawan, harga cabai mengalami penurunan yang sangat tajam saat ini. Rata-rata harga cabai mengalami penurunan dari sebelumnya di kisaran Rp37.000-Rp40.000n menjadi 27 ribuan saja saat ini. (LMC-05)
