Skip to content

Akurat dan Edukatif

Primary Menu
  • Artikel
Live
  • Home
  • Nasional
  • Sumut Sesalkan Pospenas VIII Bandung Jauh dari Nuansa Islam
  • Nasional

Sumut Sesalkan Pospenas VIII Bandung Jauh dari Nuansa Islam

Lintas Medan 26 November 2019 2 min read
Yulizar Parlagutan Lubis (Kiri) dan Mazrinal Nasution (Foto:LintasMedan/irma)

Bandung, 26/11 (LintasMedan) – Kontingen Sumatera Utara menilai penyelenggaraan Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren Nasional (Pospenas) VIII di Bandung Jawa Barat, sangat jauh dari nuansa Pesantren dan Islam.

“Kita melihat sangat minim suasana Islami di acara seremonial pembukaan tadi malam di GOR Arcamanik Youth Center,” kata Ketua Panitia Kerja Tetap Pengembangan Daerah (Panjatapda), Yulizar Parlagutan (Puli) didampingi Sekretaris Mazrinal Nasution, Selasa.

Penyelenggaraan even yang bertujuan sebagai ajang silaturrahmi para santri se Indonesia itu, sesal Yulizar terkesan ingin menjadikan santri masuk dalam kehidupan milllenial.

“Ini kan sangat aneh. Sama sekali tidak ada nuansa Islami dan para santri seperti diarahkan untuk berjoget-joget mengikuti irama musik. Padahal itu bukan dunia mereka,” sesal Ketua DPW PPP Sumut itu.

Dia menyesalkan pembukaan seremonial Pospenas VIII oleh Menteri Agama Jenderal TNU (Purn) Fachrul Razi, justru diwarnai sejumlah konser musik anak muda yang sama sekali tak mencerminkan warna pesantren dan Islam.

Selain itu, Yulizar juga melihat sejumlah unsur panitia yang tidak mengenakan busana muslim di opening seremoni tersebut.

“Apa salahnya dipakaikan jilbab sebab inikan gawainya untuk para santri, jangan berikan mereka contoh yang tidak baik,” ujarnnya.

Yulizar menilai ada kesan pihak panitia di Pospenas VIII terlalu phobia dengan tumbuh besarnya kesantrian, jika melihat kurangnya gaung even nasional itu pada perhelatan kali ini.

Selain tak ada gaung ke Islaman di acara pembukaan, dia juga melihat minimnya spanduk sebagai pertanda ada gelaran even besar tersebut di Bandung.

“Sepanjang jalan saya tak melihat ada spanduk-spanduk Pospenas. Kalaupun ada mungkin jumlahnya sangat minim,” sesalnya.

Ketidakprofesionalan panitia, menurutnya diawali dari beredarnya undangan untuk menghadiri acara open seremoni yang hanya membubuhkan tanda tangan Dinas Pemuda dan Olahraga. Padahal, kata Yulizar ini merupakan even nasional. “Kesannya sangat sepele dengan Pospenas ini, ” sesalnya.

Terkait dengan hal tersebut, Ia mengimbau agar kedepan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tak perlu lagi terlalu repot untuk mengeluarkan anggaran guna mengikuti Pospenas. “Cukup kita fokus di tingkat provinsi saja. Untuk apa keluar banyak uang yang akhirnya malah menjadi dosa dengan kondisi begini,” cetusnya.

Indikasi bukan Santri

Selain itu, Mazrinal Nasution juga mensinyalir banyaknya kontingen yang menyelipkan peserta bukan santri.

“Kita curiga ada di beberapa cabang,” ucapnya.

Dalam Pospenas yang digelar hingga 30 November tersebut dipertandingkan enam cabang olahraga serta tujuh cabang seni yang dilombakan. Kejuaraan sendiri diikuti lebih dari dua ribu peserta santri dari 34 provinsi di Indonesia.

Sebelumnya Menteri Agama Fachrul Razi dalam pidatonya menyampaikan bahwa pendidikan pesantren tidak lagi masuk kategori non formal.

“Tidak ada istilah non formal lagi, karena para santri tidak kalah bertalenta dengan pelajar pada umumnya,” katanya.

Bahkan, kata dia, kualitas pondok pesantren bisa mengalahkan kualitas sekolah umum.

Dengan demikian, ia berharap gelaran tersebut dapat memperluas jalinan silaturahmi antar pondok pesantren se Indonesia dengan semangat sportifitas.(LMC-02)

Post Views: 114

Continue Reading

Previous: GDKK Silaturrahmi ke Tokoh Bangsa
Next: Nutribost Pilih Kreasi Solar Panel Pemenang Siap Gowes Nyalakan Semangat

Related Stories

Pemkab Tulang Bawang Raih Apresiasi Daerah Peduli Layanan Publik dan Keterbukaan Informasi
2 min read
  • Advetorial
  • Artikel
  • Nasional

Pemkab Tulang Bawang Raih Apresiasi Daerah Peduli Layanan Publik dan Keterbukaan Informasi

10 September 2026
Bupati Tulang Bawang Resmikan Pabrik Tempe, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat
2 min read
  • Artikel
  • Nasional

Bupati Tulang Bawang Resmikan Pabrik Tempe, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

19 Agustus 2026
Sekda Ferli Yuledi Bangga, Tulang BawangTerbukti Jadi Kawah Candradimuka LahirkanPimpinan Birokrasi Unggul di Lampung
3 min read
  • Artikel
  • Nasional

Sekda Ferli Yuledi Bangga, Tulang BawangTerbukti Jadi Kawah Candradimuka LahirkanPimpinan Birokrasi Unggul di Lampung

2 Agustus 2026

You may have missed

PKH Medan Makmur Resmi Disalurkan, Rico Waas Serahkan Bantuan untuk 10 Ribu Warga Lansia dan Disabilitas
2 min read
  • Medan

PKH Medan Makmur Resmi Disalurkan, Rico Waas Serahkan Bantuan untuk 10 Ribu Warga Lansia dan Disabilitas

23 September 2026
Tinjau Medan Islamic Centre, Zakiyuddin Harahap Minta Kontraktor Rawat Gedung hingga Masa Pemeliharaan Berakhir
2 min read
  • Sumut

Tinjau Medan Islamic Centre, Zakiyuddin Harahap Minta Kontraktor Rawat Gedung hingga Masa Pemeliharaan Berakhir

23 September 2026
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Kelanjutan Tol Simpang Panei–Parapat Jadi Fokus Pembahasan Bupati Simalungun dengan Kementerian Pertahanan
2 min read
  • Sumut

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Kelanjutan Tol Simpang Panei–Parapat Jadi Fokus Pembahasan Bupati Simalungun dengan Kementerian Pertahanan

23 September 2026
Baznas Madina Salurkan Bantuan ke Para Mustahik di 2 Kecamatan
2 min read
  • Sumut

Baznas Madina Salurkan Bantuan ke Para Mustahik di 2 Kecamatan

23 September 2026
  • Iklan
  • Pedoman Media Cyber
  • Tentang Kami
  • Beranda
  • Headline
  • Luar Negeri
  • Nasional
  • Sumut
  • Hiburan
  • Kuliner
  • Foto
  • UKM
  • Feature
  • Bisnis
  • Advetorial
  • Sports
  • Hukum
  • Politik
  • Medan
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.