Skip to content

Akurat dan Edukatif

Primary Menu
  • Artikel
Live
  • Home
  • Politik
  • Gerakan ‘Bunuh Politik Uang’ Dideklarasikan di Medan
  • Headline
  • Politik

Gerakan ‘Bunuh Politik Uang’ Dideklarasikan di Medan

Lintas Medan 9 Desember 2019 2 min read

Belasan anggota DPRD Provinsi periode 2009-2014 yang tergabung dalam Perkumpulan Masyarakat Demokrasi Empatbelas mendeklarasi gerakan 'Bunuh Politik Uang', di De 14 Cafe Jalan Armada Medan, Senin (9/12). (Foto: LintasMedan/Irma)

Belasan anggota DPRD Provinsi Sumut periode 2009-2014 yang tergabung dalam Perkumpulan Masyarakat Demokrasi Empatbelas mendeklarasi gerakan ‘Bunuh Politik Uang’, di De 14 Cafe Jalan Armada Medan, Senin (9/12). (Foto: LintasMedan/Irma)

Medan, 9/12 (LintasMedan) – Tidak terpilih menjadi wakil rakyat bukan berarti harus berhenti berkontribusi melaksanakan tugas demokrasi yang diamanatkan dalam cita-cita reformasi.

Komitmen melanjutkan amanah rakyat itu ternyata dapat dilakukan di luar lembaga legislatif tanpa harus menjadi wakil rakyat.

Sebanyak 14 orang anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 merasa terpanggil untuk bahu membahu bersama rakyat mengawal pesta demokrasi yang jujur, adil dan bebas dari praktik politik uang.

Mereka secara sukarela akhirnya berinisiatif mendeklarasikan “Gerakan Bunuh Politik Uang”.

Gerakan tersebut dideklarasikan di Medan, Senin (9/12), sekaligus diisi dengan peresmian De 14 Cafe yang berlokasi di Jalan Armada Medan.

Acara itu juga disemarakkan dengan panggung dialog politik dan penyerahan santunan kepada anak-anak dari panti asuhan, serta peluncuran buku berjudul ‘Bunuh Politik Uang’ karya Muhri Fauzi Hafiz

“Gerakan bunuh politik uang ini adalah sebuah gejolak jiwa yang berontak dari lumrahnya transaksi haram saat Pemilu,” kata mantan anggota DPRD Sumut, Muhri Fauzi Hafiz.

Menurut politisi muda dari Partai Demokrat ini, menjadi pemilih cerdas adalah satu cara paling efektif membunuh politik uang atau money politics.

“Sekarang demokrasi sedang bersedih karena kebebasan yang diliki demokrasi tekah disalahgunakan oleh oknum untuk banyak kepentingan. Bukan lagi satu kepentingan yaitu untuk kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Anggota DPRD Provinsi Sumut periode 2009-2014 (dari kiri ke kanan) Nezar Djoeli, M. Hanafiah Harahap, Aripay Tambunan dan Muhri Fauzi Hafiz mengikuti dialog seputar politik uang dalam rangkaian acara deklarasi gerakan ‘Bunuh Politik Uang’, di De 14 Cafe Jalan Armada Medan, Senin (9/12). (Foto: LintasMedan/Irma)

Praktik politik uang yang merusak sendi-sendi demokrasi itu, menurut dia, terjadi karena kecerdasan rakyat sudah dibunuh oleh perilaku kotor oknum-oknum politisi yang menghalalkan segala cara demi merebut kekuasaan.

Pernyataan hampir senada juga dilontarkan oleh mantan anggota Fraksi Nasdem DPRD Sumut Nezar Djoeli.

Ia menilai praktek politik uang dewasa ini sudah sampai kepada fase yang membahayakan bagi kelangsungan demokrasi dan pembangunan di Indonesia.

Jika politik uang ini tidak segera dibunuh, Nezar memastikan jumlah oknum kepala daerah yang terpilih melalui proses Pemilu rentan tersandung kasus korupsi, karena untuk mendapatkan jabatan tersebut mereka terpaksa harus mengeluarkan uang dalam jumlah besar.

Dampak dari politik uang ini, lanjut dia, dipastikan akan berdampak buruk bagi nasib rakyat yang membutuhkan kemajuan pembangunan secara berkeadilan.

“Inilah akhirnya yang membuat kami terpanggil untuk mendeklarasikan gerakan bunuh politik uang,” ucap dia.

Nezar berharap gerakan bunuh politik uang ini akan semakin menggema di Sumatera Utara, termasuk dalam konteks menghadapi pemilihan walikota dan wakil walikota Medan tahun 2020.

Para penggagas gerakan bunuh politik uang yang hadir dalam acara deklarasi itu, antara lain M Hanafiah Harahap, Aripay Tambunan, Yulizar Parlagutan dan Syamsul Qadri Marpaung. (LMC-02)

Post Views: 197

Continue Reading

Previous: Puluhan Warga Silau Laut Diduga Keracunan Makanan Hajatan
Next: BNN Tangkap Pengedar 60 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Sumut

Related Stories

Diduga Rugikan Negara Rp1,7 Miliar, Direktur CV Tri Jaya Family dan Pejabat PPK Ditahan
2 min read
  • Headline
  • Hukum

Diduga Rugikan Negara Rp1,7 Miliar, Direktur CV Tri Jaya Family dan Pejabat PPK Ditahan

6 November 2026
Kunjungi Labusel, Bobby Nasution Bantu Pembangunan Rumah Tahfiz dan Percepat Program Bedah Rumah
2 min read
  • Headline
  • Sumut

Kunjungi Labusel, Bobby Nasution Bantu Pembangunan Rumah Tahfiz dan Percepat Program Bedah Rumah

17 Oktober 2026
APBD Medan 2027 Fokus Benahi 100 Titik Banjir
2 min read
  • Headline
  • Medan

APBD Medan 2027 Fokus Benahi 100 Titik Banjir

14 Oktober 2026

You may have missed

Diduga Rugikan Negara Rp1,7 Miliar, Direktur CV Tri Jaya Family dan Pejabat PPK Ditahan
2 min read
  • Headline
  • Hukum

Diduga Rugikan Negara Rp1,7 Miliar, Direktur CV Tri Jaya Family dan Pejabat PPK Ditahan

6 November 2026
Satlantas Polres Madina Edukasi Pegawai BRI Panyabungan Soal Keselamatan Berlalu Lintas
1 min read
  • Sumut

Satlantas Polres Madina Edukasi Pegawai BRI Panyabungan Soal Keselamatan Berlalu Lintas

5 November 2026
Sadar Berlalu Lintas, Satlantas Polres Madina Sambangi Ponpes Musthafawiyah
1 min read
  • Sumut

Sadar Berlalu Lintas, Satlantas Polres Madina Sambangi Ponpes Musthafawiyah

5 November 2026
Khairul Muslim Ambil Formulir Pendaftaran Calon Ketua DKP PWI Sumut
2 min read
  • Sumut

Khairul Muslim Ambil Formulir Pendaftaran Calon Ketua DKP PWI Sumut

3 November 2026
  • Iklan
  • Pedoman Media Cyber
  • Tentang Kami
  • Beranda
  • Headline
  • Luar Negeri
  • Nasional
  • Sumut
  • Hiburan
  • Kuliner
  • Foto
  • UKM
  • Feature
  • Bisnis
  • Advetorial
  • Sports
  • Hukum
  • Politik
  • Medan
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.