
Medan,12/3 (LintasMedan) – Aksi sekumpulan preman yang dilakukan kepada sejumlah seniman film di Lapangan Merdeka Medan baru-baru ini mendapat tanggapan Ketua Komisi I DPRD Medan, Rudiyanto Simangunsong.
Aksi premanisme di jantung Kota Medan membuktikan kota ini tidak aman.
“Kita sangat prihatin mendapat informasi sejumlah seniman film yang sedang mengambil adegan di Lapangan Merdeka dipalak oleh sekumpulan preman,” kata Rudianto Kamis (12/03).
Lapangan Merdeka yang merupakan ruang terbuka untuk beraktifitas warga Kota Medan, kata dia seharusnya menjadi tempat yang nyaman.
“Taman-taman kota dan fasilitas umum lainnya seharusnya menjadi tempat yang istimewa bagi warga setempat untuk beraktifitas dan berkreasi. Aksi premanisme yang terjadi jelas telah mencoreng perwajahan Kota Medan,” sesalnya.
Terkait persoalan itu politisi PKS ini meminta jajaran kepolisian segera bertindak menumpas habis aksi premanisme itu di Kota Medan.
“Sesuai dengan semboyan dan program Kapolda bahwa tidak ada tempat bagi kejahatan di Sumatera Utara, seharusnya segera terlaksana,” ucapnya.
Dia meminta aparat lebih intensif dalam melaksanakan razia premanisme hingga mampu menciptakan Kota Medan aman dan tentram.
Seperti diketahui, aksi premanisme dialamisejumlah kru film A Thousand Midnights in Kesawan yang sedang mengambil adegan syuting Selasa (10/3) malam di Lapangan Merdeka Medan.
Pengambilan gambar terpaksa molor akibat tim produksi setting lokasi didatangi empat pemuda berusia meminta sejumlah uang. Sempat terjadi adu debat saat kejadian itu hingga kegiatan syuting dan pengambilan gambar menjadi terkendala.(LMC-02)
