Pelaksana tugas Wali Kota Medan Akhyar Nasution bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meninjau aktivitas pelayanan dan pencegahan wabah COVID-19 di terminal penumpang Bandar Deli Pelabuhan Belawan, Senin (23/3). (Foto: LintasMedan/ist)

Pelaksana tugas Wali Kota Medan Akhyar Nasution bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meninjau aktivitas pelayanan dan pencegahan wabah COVID-19 di terminal penumpang Bandar Deli Pelabuhan Belawan, Senin (23/3). (Foto: LintasMedan/ist)
Medan, 23/3 (LintasMedan) – Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Akhyar Nasution minta perusahaan penyedia masker dan hand sanitizer di daerah itu agar meningkatkan stok guna memenuhi kebutuhan konsumen yang terus meningkat di tengah pandemi virus corona (COVID-19).
“Saya minta stok masker dan hand sanitizer dapat lebih diperbanyak dan pengirimannya juga harus cepat karena masyarakat sangat membutuhkanya,” kata Akhyar di Medan, Senin (23/3).
Plt Wali Kota Medan menyatakan hal itu saat bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat meninjau sejumlah perusahaan penyedia masker dan hand sanitizer di Medan.
Kegiatan peninjauan ke sejumlah perusahaan penyedia masker dan hand sanitizer tersebut guna memastikan ketersedian kedua produk tersebut yang saat ini sangat di butuhkan masyarakat.
Perusahaan yang ditinjau Plt Wali Kota Medan bersama rombongan, antara lain PT Kimia Farma, PT Enseval Putera Megatrading, dan PT Permata Sakti cabang Medan.
Saat berada di kantor PT Kimia Farma, Akhyar memperoleh keterangan bahwa perusahaan itu saat ini hanya memiliki stok hand sanitizer sebanyak 2.000 botol dan sebagian besar akan dipasok ke beberapa rumah sakit.
Menanggapai keterangan dari pihak PT Kimia Farma, Plt Wali Kota Medan meminta kepada perusahaan BUMN tersebut agar dapat meningkatkan volue distribusi hand sanitizer.
Sementara di gudang PT. Enseval Putera Megatrading, stok masker saat ini hanya tersedia 40 box yang siap dipasok ke rumah Sakit dan apotik.
Sedangkan di PT.Permata Sakti (pabrik etil alkohol), persediaan alkohol di pabrik ini mencapai 37 ribu liter dan ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan hand sanitizer.
“Dengan ketersediaan alkohol di pabrik ini, pihak rumah Sakit dan masyarakat dapat memanfaatkanya untuk bahan baku membuat hand sanitizer,” ujar Plt Wali Kota Medan.
Tinjau pelabuhan
Seusai meninjau perusahaan penyedia masker dan hand sanitizer, Akhyar dan rombongan melanjukan peninjauan ke terminal penumpang Bandar Deli Pelabuhan Belawan.
Di area terminal pelabuhan tersebut telah diterapkan aturan social distancing guna mencegah penyebaran virus corona.
Para penumpang yang akan berangkat dan tiba dari Pelabuhan tersebut juga wajib diukur suhu tubuhnya.
Usai melihat alur protokol pelayanan yang diterapkan oleh pihak pengelola Pelabuhan Belawan tersebut, Plt Wali Kota Medan meminta agar alur protokol pelayanan ini dapat terus ditingkatkan dan semakin diperketat.
Khusus kepada Tim Medis Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang berwenang melakukan karantina diminta agar betul-betul mengecek setiap penumpang yang masuk ke Kota Medan.
“Penumpang yang bersuhu diatas 38 drajat keatas agar segera dilakukan pemeriksaan awal di rumah sakit terdekat dari Pelabuhan ini,” ujar Akhyar.
Pada kesempatan itu, ia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar terus menjaga kondisi tubuh dan mengurangi kontak fisik secara langsung.
“Kalau tidak ada keperluan yang mendesak sebaiknya tetap berada di rumah,” ujarnya. (LMC-04)
