
Madina, 28/1 (LintasMedan) – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Organisasi Cipayung Plus Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menuding PT SMGP telah mengeluarkan pernyataan kontroversial.
Mahasiswa yang tergabung dari beberapa elemen keorganisasian kemahasiswaan melakukan orasi di kantor PT SMGP (Sorik Marapi Geothermal Power) dan gedung DPRD Madina, Kamis (28/1).
Mereka menganggap pernyataan PT SMGP yang dipublikasikan di beberapa media merupakan pernyataan yang kontroversial, dinilai mendahului karena masih dalam tahap penyelidikan.
“Kami minta PT SMGP mencabut pernyataannya di media yang menyatakan mereka itu sudah sesuai SOP dalam uji coba pengeboran sumur. Hemat kami itu kontroversial karena penyelidik masih mendalami,” kata koordinator aksi, Rosyadi.
Selain pernyataan itu, mahasiswa juga meminta PT SMGP segera bertanggungjawab dan memberikan hak kompensasi terhadap korban, khususnya yang meninggal.
Tak lama aksi itu pun membubarkan diri dan tidak mendapat jawaban dari PT SMGP. Informasi yang diterima, pihak manajemen tidak ada di lokasi yang tampak hanya beberapa personil kepolisian. Begitu juga di DPRD, para dewan sedang tidak berada di tempat.(LMC-04)
