
Medan, 28/2 (LintasMedan) – Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman meminta agar keputusan menutup sementara Lapangan Merdeka karena adanya pelaksanaan senam yang diduga melanggar protokol kesehatan (prokes) COVID-19 direnegosiasi atau dilakukan negosiasi ulang.
“Kita minta nanti Camat melakukan negosiasi ulang dengan pihak keamanan yang terkait. Kasihan ini orang olahraga di pinggir jalan gini,” katanya di sela melaksanakan kegiatan jalan sehat di luar Lapangan Merdeka Medan, Minggu (28/2) pagi.
Sebagaimana diketahui, Lapangan Merdeka yang biasa menjadi tempat titik kumpul untuk olahraga di akhir pekan ditutup sementara dengan mengatasnamakan Pemerintah Kota Medan sejak tanggal 23 Februari sampai dengan batas yang belum ditentukan.
Aulia mengaku khawatir dengan ditutupnya Lapangan Merdeka, maka warga kota Medan yang ramai di sekitaran lokasi menjadi rawan kecelakaan.
“Karena tadi saya lihat langsung dijalan, orang berolahraga dijalan ramai. Kita takutkan ada kendaraan ugal-ugalan bisa menyebab terjadi kecelakaan hingga memakan korban,” tuturnya.
Menurut dia, warga Kota Medan membutuhkan lokasi untuk bisa berolahraga karena olahraga juga penting untuk meningkatkan imunitas tubuh dalam menghadapi pandemi COVID-19.
“Kalau memang melarang orang senam silakan, tapi setidaknya Lapangan Merdeka dibuka untuk bisa orang berolahraga di dalamnya. Karena tadi saya lihat langsung di jalan, orang berolahraga di jalan ramai,” ucap Aulia.
Meski demikian, Aulia berharap warga kota Medan juga dapat bekerjasama untuk mematuhi aturan protokol kesehatan saat masa pandemik COVID-19. (LMC-03)
