
Medan, 27/2 (LintasMedan) – Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution meninjau vaksinasi massal kepada sejumlah sopir angkutan umum, Sabtu (27/2).
Kegiatan vaksinasi kepada para sopir angkutan umum tersebut berlangsung di dua titik lokasi, yakni di halaman Unit Pengujian Kenderaan Bermotor Terminal Terpadu Pinang Baris dan Terminal Terpadu Amplas.
Proses penyuntikan vaksin COVID-19 di dua lokasi berbeda tersebut dimulai pukul 10.00 WIB dan berjalan lancar.
“Dari peninjauan yang telah dilakukan, hasilnya cukup baik. Dari sisi pendataan yang dilakukan juga sudah cukup baik. Saya optimis, kita bisa membuat vaksinasi yang lebih besar lagi,” kata Wali Kota.
Bobby berharap, program vaksinasi ini dapat digelar lebih massif lagi agar tingkat kekebalan warga Kota Medan terhadap virus corona semakin meningkat, sehingga akan merasa lebih tenang lagi dalam melakukan aktivitas.
“Alhamdulillah masyarakat yang disuntik vaksin juga tidak ada mengalami gejala-gejala. Mudah-mudahan vaksinasi yang kita lakukan ini bisa lebih massif lagi,” ujarnya.
Bobby menambahkan, ada 4 titik yang menjadi lokasi pencanangan vaksinasi pertama yang dilakukan Pemko Medan, yakni Terminal Terpadu Amplas (TTA), Pasar Tradisionil Titi Kuning, Pasar Tradisionil Sei Sikambing dan Terminal Terpadu Pinang Baris (TTPB).
Turut serta dalam peninjauan tersebut, antara lain Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko, Dandim 0201/BS Letkol Inf Agus Setiandar, Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman serta sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan.
Sebelumnya, Kadis Perhubungan Kota Medan Iswar Lubis menjelaskan pencanangan pertama vaksinasi yang dilakukan salah satunya bidang transportasi meliputi pengemudi angkutan kota, taksi, AKAP, AKDP dan angkutan barang.
Setelah disuntik vaksin COVID-19, ia berharap seluruh pengemudi angkutan dapat beraktifitas dalam kondisi yang sehat karena transportasi merupakan urat nadi dari pertumbuhan perekonomian.
“Perekononian akan tersendat kalau transportasinya tersendat. Harapan kita bagaimana penggiat-penggiat transportasi dapat beraktifitas dalam kondisi yang sehat guna memulihkan perekonomian kita,” tuturnya. (LMC-03)
