(Idris Pasaribu /Foto:LintasMedan/irma)
Medan, 11/1 (LintasMedan) – Wartawan senior di Medan, Idris Pasaribu menginginkan pemerintah daerah Sumatera Utara memberi perhatian kepada seniman legendaris Nurainun.
Ia juga meminta pemerintah memberi perhatian dan penghargaan bagi pelaku karya seni lainnya dan pernah mengharumkan nama daerah ini di eranya.
Bahkan, kata Idris sebagai bentuk penghargaan kepada para seniman yang telah tiada, sudah sepantasnya nama mereka dibuat menjadi nama jalan di wilayah ini.
“Selama ini para seniman legendaris seperti Nurainun terkesan terabaikan. Saya berharap para wartawan ikut mengangkat kehidupan mereka melalui karya tulis masing-masing,” ucapnya pada rapat pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut membahas tentang program kerja, Selasa (11/1) di Sekretariat PWI Jalan Parada Harahap Medan.
Idris yang di kepengurusan PWI Sumut menjabat Ketua Seksi Seni Budaya ini saat memaparkan program kerja di bidangnya itu menyampaikan akan mengangkat kehidupan seniman legendaris Nurainun yang pernah populer membawakan lagu-lagu lama Melayu Deli.
Kepada Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik ia menyampaikan program kerja yang dibidanginya bersama beberapa rekan pengurus PWI Sumut telah merencanakan sejumlah kegiatan salah satunya pemberian penghargaan atau Award kepada para seniman legendaris termasuk Nurainun.
Menurut Idris kehidupan wanita renta kelahiran Stabat, Langkat 7 November 1935 itu, dalam kondisi yang sangat sederhana tinggal di rumah panggung 3×6 meter di Pasar III Jalan Panglima Denai, Medan.
Seniman legendaris Nurainun merupakan penyanyi Melayu Deli era 1950-1970an dan di era itu ada jutaan penggemar lagu-lagu miliknya.
Bahkan di masa kejayaannya bersama Orkes Sukma Murni pernah diundang menyanyi oleh Presiden Sukarno. Ia juga kerap dipanggil hingga ke Malaysia, Singapura, bahkan Australia.
Setidaknya, ada 20 rekaman album Nurainun, termasuk rekaman piring hitam oleh Swee Wah Enterprise, Kuala Lumpur. Lagu-lagu yang direkam antara lain karya komponis terkemuka Medan, Lily Suheri dan Mohammad Nasir Nasution.
Selain menyanyi, Nurainun juga menciptakan belasan lagu Melayu. Lagu-lagunya direkam di kaset dan piringan hitam.
Pada kesempatan itu Idris menginginkan para wartawan muda PWI Sumut memiliki minat besar melakukan liputan sektor seni dan budaya. Ia menilai minat pers bertugas di bidang liputan tersebut jauh berkurang.(LMC-02)
