Walikota Medan, Bobby Nasution saat diwawancarai wartawan.(Foto:LintasMedan/ist)
Medan, 16/3 (LintasMedan) – Walikota Medan, Bobby Nasution terus melakukan gerak cepat dalam membenahi Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur Pemko Medan.
Ia kerap menanggapi aduan maupun keluhan masyarakat bahkan turun langsung ke lapangan dan banyak menemukan berbagai persoalan yang terjadi.
Berdasarkan hasil sejumlah sidak yang dilakukan Bobby, ia menemukan sejumlah aparatur yang melakukan pungutan liar (pungli), mulai dari lurah hingga kepala sekolah.
Peringatan hingga sanksi berupa pencopotan telah diberikan kepada aparatur yang kedapatan melakukan tindakan pungli, termasuk yang tidak bekerja secara baik sesuai tupoksinya guna memberikan efek jera. Bobby Nasution ingin reformasi birokrasi di lingkungan Pemko Medan dapat diperbaiki dengan menjunjung tinggi nilai transparansi dan etos kerja yang tinggi.
Upaya Bobby Nasution dalam mewujudkan reformasi birokrasi lewat kebiasaannya melakukan sidak dan turun langsung ke lapangan diapresiasi Rektor Universitas Pembangunan Panca Budi Medan Dr H Muhammad Isa Indrawan.
Dikatakan Isa, seorang pemimpin memang sebaiknya melihat langsung ke lapangan. Dengan demikian apa yang diharapkan dalam menjalankan tugas dapat terwujud.
“Ya, memang ada saat-saatnya seorang pemimpin harus melihat langsung. Maka dengan begitu, setiap kebijakan dapat dirasakan oleh masyarakat sehingga kepercayaan juga akan semakin tumbuh,” bilang Isa saat dihubungi, Rabu (16/3).
Melihat pola, cara dan gaya kepemimpinan Bobby Nasution, Isa pun optimis reformasi birokrasi akan terwujud. Sebab, imbuh Isa, tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah menimbulkan reaksi positif. “Kontrol sosial pun terjadi dan ini akan menimbulkan budaya malu korupsi,” timpalnya.
Ditambahkan Isa lagi, guna mewujudkan reformasi birokrasi, bisa didukung dengan pemanfaatan dan pengembangan sistem digital. “Selain itu, perkuat database, kembangkan pemerintahan berbasis kelurahan dan rangkul stakeholder seluas-luasnya,” katanya.(LMC-02)
