Madina, 10/12 (LintasMedan) – Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal (Madina) kembali menggelar wisuda sarjana, di Aula kampusnya. Gelaran tahun ini untuk yang keempat kalinya sejak beralih status menjadi negeri pada 2018 silam.
Ketika itu STAIN masih bernama Sekolah Tinggi Agama Islam Mandailing Natal (STAIM) dan berstatus swasta yang dikelola oleh Yayasan Pendidikan Mandailing Natal (YPMN) setelah terlepas dari naungan pemerintah setempat.
Dan sejak berstatus negeri, berdasarkan peraturan Menteri Agama RI Nomor 4 tahun 2018, STAIN Madina sudah menciptakan 938 sarjana. Adapun rinciannya, 167 orang (2019), 267 orang (2020), 250 orang (2021) dan di tahun 2022 ini ada sebanyak 254 orang.
Dari 254 orang tersebut, diantaranya 139 orang dari Program Study Hukum Ekonomi Syariah (HES) dan 114 dari Program Study Pendidikan Agama Islam (PAI).
Bupati Madina, diwakili Pejabat Sekretaris Daerah, Alamulhaq Daulay, yang hadir pada kesempatan itu mengucapkan selamat atas pagelaran wisuda yang keempat ini. Ia pun berpesan, para wisudawan agar tetap menuntut ilmu, agar ke depannya nanti lebih sukses lagi.
“Mohon maaf, Bupati dan Wakil Bupati tidak bisa hadir dikesempatan ini. Namun beliau menyampaikan salam dan mengucapkan selamat. Dan saya juga berharap, jangan terhenti sampai di sini, tetaplah menuntut ilmu agar lebih sukses lagi untuk ke depannya,” katanya, di hadapan para wisudawan, Sabtu (10/12).
STAIN Madina yang diketuai oleh Dr Sumper Mulia Harahap saat ini sudah memiliki 20 Program Study. Namun di tahun 2022 ini baru dua Program Study yang wisuda karena Program Study lainnya sedang berjalan.(LMC-02)
