Skip to content

Akurat dan Edukatif

Primary Menu
Live
  • Home
  • Sumut
  • Adinda, Bocah Yatim dan Lumpuh Butuh Perhatian Pemkab Madina
  • Headline
  • Sumut

Adinda, Bocah Yatim dan Lumpuh Butuh Perhatian Pemkab Madina

Lintas Medan 31 Agustus 2022 1 min read

Adinda anak di Kabupaten Mandailing Natal menderita kelainan dalam pertumbuhannya diasuh kakek dan neneknya.

Madina, 31/8 (LintasMedan) – Keluarga Adinda merupakan satu keluarga miskin di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang membutuhkan uluran tangan dermawan.

Adinda, 10, seorang anak yang lumpuh dan yatim piatu kini dalam asuhan kakek dan neneknya. Bahkan sang kakek merupakan seorang tuna netra.

Bocah perempuan ini menderita kelainan dalam pertumbuhannya sejak lahir.

Mereka tinggal di RT 05, Lubuk Sibegu, Kelurahan Dalan Lidang, Panyabungan. Kakeknya Rajab Rangkuti, seorang tuna netra, dan kini menjadi tulang punggung keluarga. Sedangkan neneknya Elvi Lubis, kesehariannya hanya mengurus rumah tangga dan merawat Adinda.

“Untuk menghidupi keluarga, saya hanya mampu mengharap belas kasihan orang lain. Dulu saya selalu mendapatkan bantuan dari bupati yang lama tapi setelah berganti, saya belum pernah mendapatkannya,” ungkapnya, Selasa (30/8).

Kembali ke Adinda, diungkapkan belum pernah mendapatkan penanganan yang serius, hanya tambahan asupan makanan yang didapatkan dari seorang bidan dan tidak lagi untuk saat ini.

“Untuk makan saja terkadang kami kurang, darimana lagi biaya berobat, dari mana kami uangnya,” ucap nenek itu. Dan mereka sangat mengharapkan perhatian pemerintah.

Penduduk Miskin

Sementara Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Madina persentasenya terus bertambah sejak 2019 sampai 2021. Kemungkinan juga pada 2022 meningkat (belum rilis) jika pemerintah setempat melalui Dinas Sosialnya acuh.

Dikutip dari websitenya, Tahun 2019, angka kemiskinan di kabupaten Madina sebesar 40,64 persen. Angka ini meningkat 0,67 persen di Tahun 2020, menjadi 41,31 persen. Kemudian naik kembali di Tahun 2021 sebesar 1,93 persen, menjadi 43,24 persen.

Penduduk yang dikategorikan miskin oleh BPS ini, karena tidak bisa memenuhi kebutuhan 2200 kalori setiap harinya seperti pada kasus tersebut.(LMC-04)

 

 

 

Post Views: 11

Continue Reading

Previous: Edy Rahmayadi Tinjau Kilang Padi Modern BUMD di Sergai
Next: Kilang Padi Perbaungan Modern, Bupati Sergai Optimis Sektor Tani Makin Baik

Related Stories

Bupati Asahan – Wagub Sumut Kunjungi Kesiapan SMAN Rahuning
2 min read
  • Asahan
  • Sumut

Bupati Asahan – Wagub Sumut Kunjungi Kesiapan SMAN Rahuning

5 Maret 2026
Kunjungan Pemkab Asahan di Mesjid Al Falah Kelurahan Sei Rengas
1 min read
  • Asahan
  • Sumut

Kunjungan Pemkab Asahan di Mesjid Al Falah Kelurahan Sei Rengas

5 Maret 2026
Ny Hj Darmawati Anton Achmad Saragih Pimpin Rakor TP PKK Simalungun
2 min read
  • Sumut

Ny Hj Darmawati Anton Achmad Saragih Pimpin Rakor TP PKK Simalungun

5 Maret 2026

You may have missed

Bapenda Sumut Siapkan Hadiah Emas, Motor, Umroh hingga Mobil
2 min read
  • Bisnis
  • Medan

Bapenda Sumut Siapkan Hadiah Emas, Motor, Umroh hingga Mobil

5 Maret 2026
Jelang Mudik Lebaran 2026, Hamawas Tingkatkan Layanan di Jalan Tol KUTEPAT
2 min read
  • Medan
  • Nasional

Jelang Mudik Lebaran 2026, Hamawas Tingkatkan Layanan di Jalan Tol KUTEPAT

5 Maret 2026
Komitmen Bersama Lindungi Saksi Dan Korban, Kajati Sumut Terima Kunjungan LPSK
1 min read
  • Hukum

Komitmen Bersama Lindungi Saksi Dan Korban, Kajati Sumut Terima Kunjungan LPSK

5 Maret 2026
Bupati Asahan – Wagub Sumut Kunjungi Kesiapan SMAN Rahuning
2 min read
  • Asahan
  • Sumut

Bupati Asahan – Wagub Sumut Kunjungi Kesiapan SMAN Rahuning

5 Maret 2026
  • Iklan
  • Pedoman Media Cyber
  • Tentang Kami
  • Beranda
  • Headline
  • Luar Negeri
  • Nasional
  • Sumut
  • Hiburan
  • Kuliner
  • Foto
  • UKM
  • Feature
  • Bisnis
  • Advetorial
  • Sports
  • Hukum
  • Politik
  • Medan
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.