Skip to content

Akurat dan Edukatif

Primary Menu
  • Artikel
Live
  • Home
  • Sumut
  • Alasan Sibuk Layani Pembeli, Pedagang Pasar Tradisional Kota Panyabungan Kerap Abaikan Prokes
  • Feature
  • Sumut

Alasan Sibuk Layani Pembeli, Pedagang Pasar Tradisional Kota Panyabungan Kerap Abaikan Prokes

Lintas Medan 23 Desember 2020 2 min read
Kondisi Pasar Tradisional di Kota Panyabungan, mayoritas pedagang dan pembeli tidak menggunakan masker dan kerap abaikan protokol kesehatan.(Foto:LintasMedan/Irwan Arifianto)

Madina, 23/12 (LintasMedan) – Imbauan dan pengawasan gencar yang dilakukan satgas Covid-19 agar masyarakat disiplin protokol kesehatan terkesan longgar untuk lokasi pasar tradisional.

Pasalnya, di lokasi yang menjadi basis kerumunan warga tersebut justru kerap terabaikan dari pengawasan. Meski sebelumnya tim dari Satgas Covid 19 telah melakukan sosialisasi dan

menggelar bagi-bagi masker di pasar tradisional, namun setelahnya tak ada pengawasan. Petugas hanya rutin berjaga-jaga di sepanjang jalan memantau dan menegur pengendara yang melintas jika tidak menggunakan masker.

Pantauan wartawan, Rabu (23/12) di lokasi pasar tradisional Kota Panyabungan, hingga saat ini disiplin prokes seakan tak berlaku di wilayah itu. Banyak penjual dan pembeli bertransaksi tanpa

menggunakan masker. Sesama pengunjung juga berdesakan tanpa menjaga jarak. Sedangkan hand sanitizer atau tempat mencuci tangan juga pastinya tidak tersedia.

Semua berjalan seperti biasa, seakan Covid-19 tidak masuk ke wilayah pasar tradisional dan terkesan tidak ada rasa was-was dengan penularan virus berbahaya itu.

“Gerah dan kurang nyaman rasanya pakai masker terus. Sementara kita seharian di pasar ini, kadang-kadang maskernyapun lupa di bawa,” ucap Boru Lubis, 56, salah seorang pedagang

kepada LintasMedan.Com saat ditanya kenapa tidak pakai masker.

Dia mengakui pernah mendapatkan masker saat ada bagi-bagi penutup mulut dan hidung itu di pasar tradisional. “Namun belum terbiasa untuk terus dipakai, apalagi di pasar inikan panas,

ditambah lagi terus pakai masker, sesaklah,” ujarnya.

Namun demikian dia dan beberapa pedagang lainnya mengaku paham akan bahaya Covid-19. Namun untuk menerapkan protokol kesehatan secara rutin menurut mereka masih sulit karena

alasan sibuk melayani pembeli.

“Apalagi harus selalu mencuci tangan setiap kami harus melayani pembeli, jadi sibuklah,” kata Boru Harahap.

Sebelumnya Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Madia Sahnan Pasaribu, juga mengakui kesadaran masyarakat untuk disiplin prokes memang masih rendah.

“Padahal sosialisasi dan imbauan rutin dilakukan melalui poster dan spanduk. Tapi masyarakat tetap masih abai,” sesalnya.

Kepala Bidang Penegakkan Peraturan Daerah dan Perundang – undangan Satpol PP Madina, Nanda Nasution, ketika dikonfirmasi terkait situasi Pasar Tradisional Panyabungan yang

dikhawatirkan jadi klaster Covid-19 akibat tidak disiplin prokes malah beralasan pihaknya masih menunggu intruksi dari pimpinannya.

“Memang tempat keramaian dan pasar tradisional akan menjadi sasaran operasi yustisi, namun masih menunggu instruksi,” ucapnya.

Menurut dia berdasarkan SK Bupati, masa kerja pihaknya tinggal 4 hari lagi.” Ke depannya belum ada tindaklanjut belum ada informasi, kita nunggu instruksi pimpinan,” ujarnya.

Nanda menyebutkan, untuk operasi yustisi masih dijalankan namun kebijakan di Tahun 2021 pihaknya masih menunggu arahan. “Kita juga akan bergerak di malam hari, dengan sasaran kios –

kios maupun lokasi – lokasi yang menjadi tempat keramaian,” dalihnya.(LMC/Irwan Arifianto)

Post Views: 175

Continue Reading

Previous: Pemko Padang Muhibah Budaya ke Madina
Next: Operasi Gabungan Disiplin Prokes, Petugas Masih Temukan Warga Tak Pakai Masker

Related Stories

Sinergi Penegakan Hukum, Kalapas Panyabungan Hadiri Gerakan Anti Narkoba dan Forum CJS
1 min read
  • Sumut

Sinergi Penegakan Hukum, Kalapas Panyabungan Hadiri Gerakan Anti Narkoba dan Forum CJS

23 Oktober 2026
Usai Hari Santri, Kalapas Bahtiar Hadiri Pemusnahan BB 50 Perkara di Kejari Madina
1 min read
  • Sumut

Usai Hari Santri, Kalapas Bahtiar Hadiri Pemusnahan BB 50 Perkara di Kejari Madina

22 Oktober 2026
Dugaan Pemerasan Pelaku PETI di Madina, Oknum Timsus Jadi Sorotan
2 min read
  • Sumut

Dugaan Pemerasan Pelaku PETI di Madina, Oknum Timsus Jadi Sorotan

17 Oktober 2026

You may have missed

Sinergi Penegakan Hukum, Kalapas Panyabungan Hadiri Gerakan Anti Narkoba dan Forum CJS
1 min read
  • Sumut

Sinergi Penegakan Hukum, Kalapas Panyabungan Hadiri Gerakan Anti Narkoba dan Forum CJS

23 Oktober 2026
Usai Hari Santri, Kalapas Bahtiar Hadiri Pemusnahan BB 50 Perkara di Kejari Madina
1 min read
  • Sumut

Usai Hari Santri, Kalapas Bahtiar Hadiri Pemusnahan BB 50 Perkara di Kejari Madina

22 Oktober 2026
Dugaan Pemerasan Pelaku PETI di Madina, Oknum Timsus Jadi Sorotan
2 min read
  • Sumut

Dugaan Pemerasan Pelaku PETI di Madina, Oknum Timsus Jadi Sorotan

17 Oktober 2026
Hari Libur, Plt Kadis DLH Madina Sidak Kondisi TPA Panyabungan Barat
2 min read
  • Sumut

Hari Libur, Plt Kadis DLH Madina Sidak Kondisi TPA Panyabungan Barat

17 Oktober 2026
  • Iklan
  • Pedoman Media Cyber
  • Tentang Kami
  • Beranda
  • Headline
  • Luar Negeri
  • Nasional
  • Sumut
  • Hiburan
  • Kuliner
  • Foto
  • UKM
  • Feature
  • Bisnis
  • Advetorial
  • Sports
  • Hukum
  • Politik
  • Medan
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.