Skip to content

Akurat dan Edukatif

Primary Menu
  • Artikel
Live
  • Home
  • Medan
  • Bukan Tikar Biasa: Amak Lampisan Warisan Pesta Raja-Raja Mandailing Tampil di PRSU
  • Headline
  • Medan
  • Sumut

Bukan Tikar Biasa: Amak Lampisan Warisan Pesta Raja-Raja Mandailing Tampil di PRSU

Lintas Medan 11 Juli 2026 2 min read
Anyaman tikar Amak Lampisan dipajang pada Paviliun Kabupaten Mandailing Natal di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026.(Foto:lintasmedan/irma)

Medan,11/7 (LintasMedan)- Kabupaten Mandailing Natal (Madina) membawa warisan budaya paling berharga di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026.

Salah satu produk unggulan paling istimewa adalah Amak Lampisan, tikar yang sejak jaman dahulu disiapkan khusus untuk dipakai dalam pesta-pesta agung raja-raja dan kalangan elit di tanah Mandailing.

Berbeda dengan tikar biasa, Amak Lampisan ditenun dengan teknik khusus, motif yang sangat indah, dan memiliki nilai simbolis tinggi. Tikar ini dulunya hanya dihamparkan untuk menyambut tamu kehormatan atau sebagai alas duduk pemimpin adat di acara-acara besar.

Kini, kemegahan tikar legendaris itu dipajang di stand Kabupaten Madina, memperkenalkan kepada seluruh pengunjung kekayaan budaya yang tak ternilai harganya.

Amak Lampisan bukan sekadar kerajinan, melainkan bukti kejayaan seni dan budaya Mandailing Natal yang tetap terjaga hingga hari ini.

Ervin Ritonga, dari Dinas Perdagangan Kabupaten Mandailing Natal, Sabtu malam mengatakan tikar ini sampai sekarang masih digunakan untuk pesta-pesta adat bagi kalangan elit, salah satunya diacara pernikahan.

Amak lampisan yang dibuat dari anyaman daun pandan dengan desain yang khas ini memiliki peran penting dengan ciri khas yang terletak pada tingkat ketebalan dan ornamennya, yang membedakannya dari alas duduk biasa yang digunakan masyarakat umum.

“Anyaman tikar yang bertingkat-tingkat juga memiliki arti kasta si pengguna,” ucapnya didampingi Ali, penjaga stand di Paviliun Madina.

Salah satu ciri khas amak lampis adalah penggunaan warna-warna tertentu seperti kuning, hijau, merah, hitam, dan biru, yang memiliki filosofi mendalam dalam budaya Mandailing. Selain itu, tikar ini dibuat dengan jumlah lapisan yang ganjil, mulai dari satu hingga tujuh lapisan, sebagai bagian dari aturan adat.

Dari segi ukuran, amak lampis biasanya memiliki panjang 1,5 hingga 2 meter dengan lebar 0,5 hingga 1 meter. Ukuran ini disesuaikan untuk memberikan kenyamanan dan menunjukkan status sosial seseorang dalam acara adat.

Amak Lampisan sekaligus mencerminkan tradisi masyarakat Madina yang kaya akan seni kerajinan tangan. Daerah yang terkenal sebagai penghasil Amak Lampisan adalah perkampungan Malintang Julu, Malintang, Huta Baringin, dan Tangga Bosi di Kabupaten Madina.

Amak lampisan tidak hanya berfungsi sebagai alas duduk, tetapi juga sebagai simbol penghormatan dan kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Selain anyaman tikar Amak Lampisan, di stand Paviliun Madina juga dipamerkan belasan produk kerajinan UMKM yang menjadi andalan di antaranya, dodol, kipang pulut, peyek koin dan lain-lain.

“Dodol Mandailing yang paling best seller. Saat ini kami melakukan pemesanan lagi karena sudah habis terjual,” ucap Ervin Ritonga.(LMC-02)

Post Views: 589

Continue Reading

Previous: Humbahas Pamerkan Keindahan Batik Humbang Shibori di PRSU 2026
Next: Bobby Nasution Tutup Jamdasu XI, Hadiahi 19 Petugas Upacara Berangkat ke Jamnas 2026

Related Stories

Lepas Purna Tugas Sekda, Rico Waas: Wiriya Alrahman Tak Hanya Mengabdi, Tetapi Juga Melahirkan Banyak Pemimpin
2 min read
  • Medan

Lepas Purna Tugas Sekda, Rico Waas: Wiriya Alrahman Tak Hanya Mengabdi, Tetapi Juga Melahirkan Banyak Pemimpin

30 Juli 2026
Wali Kota Medan Lantik 22 Pejabat Manajerial, Dorong Pelayanan Publik Cepat, Transparan dan Responsif
1 min read
  • Medan

Wali Kota Medan Lantik 22 Pejabat Manajerial, Dorong Pelayanan Publik Cepat, Transparan dan Responsif

30 Juli 2026
Rico Waas: Penanganan Narkoba dan Kriminalitas Harus Dibarengi Penguatan Ekonomi Masyarakat
2 min read
  • Medan

Rico Waas: Penanganan Narkoba dan Kriminalitas Harus Dibarengi Penguatan Ekonomi Masyarakat

29 Juli 2026

You may have missed

Lepas Purna Tugas Sekda, Rico Waas: Wiriya Alrahman Tak Hanya Mengabdi, Tetapi Juga Melahirkan Banyak Pemimpin
2 min read
  • Medan

Lepas Purna Tugas Sekda, Rico Waas: Wiriya Alrahman Tak Hanya Mengabdi, Tetapi Juga Melahirkan Banyak Pemimpin

30 Juli 2026
Wali Kota Medan Lantik 22 Pejabat Manajerial, Dorong Pelayanan Publik Cepat, Transparan dan Responsif
1 min read
  • Medan

Wali Kota Medan Lantik 22 Pejabat Manajerial, Dorong Pelayanan Publik Cepat, Transparan dan Responsif

30 Juli 2026
Rico Waas: Penanganan Narkoba dan Kriminalitas Harus Dibarengi Penguatan Ekonomi Masyarakat
2 min read
  • Medan

Rico Waas: Penanganan Narkoba dan Kriminalitas Harus Dibarengi Penguatan Ekonomi Masyarakat

29 Juli 2026
Lepas Purna Tugas Sekda, Rico Waas: Wiriya Alrahman Telah Lahirkan Banyak Pemimpin
2 min read
  • Medan

Lepas Purna Tugas Sekda, Rico Waas: Wiriya Alrahman Telah Lahirkan Banyak Pemimpin

29 Juli 2026
  • Iklan
  • Pedoman Media Cyber
  • Tentang Kami
  • Beranda
  • Headline
  • Luar Negeri
  • Nasional
  • Sumut
  • Hiburan
  • Kuliner
  • Foto
  • UKM
  • Feature
  • Bisnis
  • Advetorial
  • Sports
  • Hukum
  • Politik
  • Medan
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.