Skip to content

Akurat dan Edukatif

Primary Menu
Live
  • Home
  • Sumut
  • Covid-19 Tak Menjadikan Pelaku UMKM di Madina Patah Semangat
  • Feature
  • Sumut

Covid-19 Tak Menjadikan Pelaku UMKM di Madina Patah Semangat

Lintas Medan 26 Juli 2021 2 min read
Pedagang gula aren di pasar tradisional Kota Panyabungan Mandailing Natal.(Foto:LintasMedan/Irwan Arifianto)

Madina, 26/7 (LintasMedan) – Pandemi Covid-19 yang melanda dunia saat ini selain telah memporak-porandakan berbagai sendi kehidupan, tetapi sekaligus membuat kebiasaan baru. Masyarakat umumnya semakin peduli dengan kesehatan.

Salah satu pilihan untuk sehat dan bugar adalah dengan mengonsumsi ramuan-ramuan tradisional, misalnya dari rempah-rempah dan bumbu-bumbuan (bumbu dapur), maupun jamu. Konon diyakini mampu meningkatkan imun tubuh dan menghempang masuknya virus.

Minuman tradisional tersebut umumnya dipadu dengan menggunakan gula aren, agar semakin segar dan enak dirasa.

Kondisi tersebut, membuat pelaku usaha maupun pedagang gula aren di Kabupaten Mandailing Natal (Sumatera Utara) mampu sedikit tersenyum di tengah pahitnya gelombang pandemi ini.

Mukhlis, warga Desa Hutapuli Kecamatan Kotanopan pembuat gula aren, mengatakan permintaan gula berbahan baku nira ini, cukup meningkat selama pandemi Covid-19.

“Alhamdulillah, di masa sulit ini produk gula aren masih bisa bertahan. Bahkan permintaan pasar belakangan semakin meningkat,” ucapnya dengan senyum sumringah, Senin (26/7).

Seperti diketahui gula merah (gula aren) asal Kabupaten Mandailing Natal memang sudah cukup dikenal akan kualitasnya yang cukup baik dan asli dari sulingan nira.

Bahkan bagi wisatawan yang datang ke wilayah itu, gula aren seakan menjadi salah satu pilihan buah tangan (oleh-oleh) yang wajib di bawa setelah dodol dan kipang pulut.

Gula aren yang banyak dijual di wilayah itu merupakan hasil produk UMKM dari beberapa desa.

Menurut Muklis di Desa Hutapuli sekitar 80 persen masyarakatnya menggantungkan hidup dari usaha gula aren.

“Di masa pandemi Covid-19 cukup banyak permintaan pasar akan gula aren,” ucapnya.

Mukhlis mengatakan untuk harga jual gula aren masih relatif stabil. Namun karena hasil produksinya yang terbatas, masyarakat hanya menjual ke pengumpul lokal saja. Per Kilogramnya seharga Rp20 ribu dan pengumpul kembali menjualnya di kisaran Rp21.500.

Bahkan gula aren asal Madina hingga saat ini sudah banyak dijual secara online di berbagai aplikasi marketplace.

Selain gula aren, cirikhas oleh-oleh lainnya dari Mandailing Natal yakni penganan dodol atau Alame Mandailing. Juga berbahan baku gula merah.

Namun pandemi Covid-19 membuat usaha ini merosot drastis. Ditambah lagi adanya kebijakan terkait pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di beberapa wilayah Sumut.

“Dodol biasanya di beli oleh wisatawan lokal secara eceran dan dijual pinggir-pinggir jalan Kota Panyabungan. Tapi untuk sementara akses kesini kan dibatasi,” kata Dermawan, 74, yang juga ibu rumah tangga warga Kelurahan Kota Siantar, Panyabungan.

Dia mengaku menggeluti usaha dodol kurang lebih 30 tahun dan dari usaha itu pula ia menghidupi keluarganya.

“Namun saat Covid ini omset sangat menurun,” ucapnya.

Biasanya, kata dia lima kali seminggu memasak dodol dan bisa menghasilkan 500 bungkus (sumpit).

“Namun sekarang hanya tiga kali saja,” sebutnya.

Dia mengatakan harga dodol hasil produksinya dijual bervariasi. Misalkan ke warung-warung atau pasar-pasar Panyabungan dijual kisaran Rp8.500 per bungkusnya namun jika pembeli langsung dan biasanya untuk oleh-oleh seharga Rp10.000.

Meski di tengah badai Covid-19 yang belum kunjung berakhir, dia mengatakan harus tetap semangat mengais rezeki, seraya berdoa pandemi ini cepat berlalu dan kehidupan normal kembali berjalan. (Irwan Arifianto)

Post Views: 37

Continue Reading

Previous: Jakfar – Atika di Hari Pertama Kerja “Kejar Ketertinggalan, Jangan Saling Sikut”
Next: Regal Springs Indonesia – Kodam I/Bukit Barisan dan Pemkab Sergai Vaksinasi 1.000 Orang

Related Stories

Festival Layang-Layang Piala Gubernur Dibuka, Bobby Nasution Ingin Jadi Daya Tarik Wisata Sumut
2 min read
  • Artikel
  • Sumut

Festival Layang-Layang Piala Gubernur Dibuka, Bobby Nasution Ingin Jadi Daya Tarik Wisata Sumut

9 Mei 2026
AFF U-19 2026 Masuk Fase Drawing, Bobby Nasution Pastikan Fasilitas “Di Atas Layak”
2 min read
  • Artikel
  • Sumut

AFF U-19 2026 Masuk Fase Drawing, Bobby Nasution Pastikan Fasilitas “Di Atas Layak”

7 Mei 2026
Pasca Kecelakaan Bus ALS di Sumsel, Bobby Nasution Pastikan Penanganan Korban
3 min read
  • Artikel
  • Sumut

Pasca Kecelakaan Bus ALS di Sumsel, Bobby Nasution Pastikan Penanganan Korban

7 Mei 2026

You may have missed

Festival Layang-Layang Piala Gubernur Dibuka, Bobby Nasution Ingin Jadi Daya Tarik Wisata Sumut
2 min read
  • Artikel
  • Sumut

Festival Layang-Layang Piala Gubernur Dibuka, Bobby Nasution Ingin Jadi Daya Tarik Wisata Sumut

9 Mei 2026
AFF U-19 2026 Masuk Fase Drawing, Bobby Nasution Pastikan Fasilitas “Di Atas Layak”
2 min read
  • Artikel
  • Sumut

AFF U-19 2026 Masuk Fase Drawing, Bobby Nasution Pastikan Fasilitas “Di Atas Layak”

7 Mei 2026
Pasca Kecelakaan Bus ALS di Sumsel, Bobby Nasution Pastikan Penanganan Korban
3 min read
  • Artikel
  • Sumut

Pasca Kecelakaan Bus ALS di Sumsel, Bobby Nasution Pastikan Penanganan Korban

7 Mei 2026
Dukung Karya Bakti Skala Besar TNI AD, Bobby Nasution Harapkan Percepatan Infrastruktur di Kepulauan Nias
2 min read
  • Artikel
  • Sumut

Dukung Karya Bakti Skala Besar TNI AD, Bobby Nasution Harapkan Percepatan Infrastruktur di Kepulauan Nias

6 Mei 2026
  • Iklan
  • Pedoman Media Cyber
  • Tentang Kami
  • Beranda
  • Headline
  • Luar Negeri
  • Nasional
  • Sumut
  • Hiburan
  • Kuliner
  • Foto
  • UKM
  • Feature
  • Bisnis
  • Advetorial
  • Sports
  • Hukum
  • Politik
  • Medan
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.