Madina, 30/10 (LintasMedan) – Hujan Deras yang mengguyur Kota Panyabungan dari sore hingga malam, kemarin, telah mengakibatkan debit air sungai Aek Mata meningkat. Warga khawatir akan terjadinya banjir karena banyaknya material kayu yang tersangkut di bawah jembatan.
Kekhawatiran ini dirasakan warga Lingkungan I Kelurahan Kayu Jati dan warga Kelurahan Panyabungan III. Mereka terpaksa harus berjaga untuk mengantisipasi terjadinya banjir ke pemukiman.
Tingginya curah hujan dan derasnya air di wilayah hulu sungai turut mengakibatkan terbawanya material sampah kayu. Kayu-kayu itu banyak tersangkut di bawah jembatan dan dapat mengancam akan terjadinya banjir luapan jika Sungai Aek Mata, yang berada di pusat Kota Panyabungan tersebut tersumbat.
Faisal Indra (38), warga Lingkungan I Kelurahan Kayu Jati berharap Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melalui dinas terkait dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera membersihkan material sampah kayu yang tersangkut di bawah jembatan itu.
“Kami khawatir jika hujan turun lagi dan debit air meningkat lagi maka bisa menyebabkan banjir ke rumah warga,” sebutnya, kepada LintasMedan, Sabtu (30/10).
Hal senada juga disampaikan oleh warga lainnya. M A Rajab (34) mengatakan mereka sebelumnya secara sukarela pernah bergotong royong membersikan tumpukan sampah itu. Dia juga sangat mengharapkan pemerintah setempat melihat langsung ke lokasi.(LMC-4)
