Skip to content

Akurat dan Edukatif

Primary Menu
  • Artikel
Live
  • Home
  • Medan
  • DPRD Depok Belajar Penataan PKL ke Medan
  • Medan

DPRD Depok Belajar Penataan PKL ke Medan

Lintas Medan 11 Oktober 2017 2 min read

Medan, 11/10 (LintasMedan) – Kesemrawutan pedagang kaki lima (PKL) ternyata tidak hanya terjadi di Kota Medan. Hal serupa juga terjadi di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kota Depok.

Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Suparyono, menyebutkan, keberadaan PKL di satu sisi membantu pemerintah, namun di sisi lain mengganggu kepentingan umum. Sehingga dibutuhkan aturan untuk menata dan mengatur keberadaan PKL agar tidak mengganggu masyarakat.

“Kita membaca di beberapa media, Medan sudah buat perda tentang penataan PKL. Makanya, kita datang kemari untuk konsultasi membentuk perda tersebut di Kota Depok. Kita mau lihat apa aja yang diatur dalam perda itu, dan bagaimana pengaturan serta penataannya,” ungkap Suparyono dihadapan anggota DPRD Medan, Ilhamsyah, di ruang transit DPRD Kota Medan, Rabu (11/10).

Bersama 9 anggota DPRD Depok lainnya, Suparyono menerangkan, Depok memiliki 7 pasar tradisional yang dikelola Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Depok. Dari ketujuh pasar itu, Pemko Depok memperoleh pendapatan Rp8 miliar dari retribusi sewa kios, parkir, dan toilet. Namun sepertinya Pemko Depok masih merugi untuk mengelola pasar tersebut,” sebutnya.

Dia menjelaskan, dalam penataan PKL di Depok, pihaknya hanya menertibkan para pedagang dengan cara menggusur. Namun, keesokan pedagang tersebut menjajakan dagangannya kembali.

“Kita tidak bisa menggusur. Hanya bisa diusir, tapi itupun besoknya sudah berjualan lagi,” bebernya.

Sementara anggota DPRD Medan, Ilhamsyah, menerangkan Kota Medan memiliki 53 pasar tradisional yang dikelola PD Pasar. Sedangkan untuk deviden, Pemko Medan hanya mendapat Rp1 miliar.

“Dari keterangan DPRD Depok, angka ini sangat kecil. Kita punya 53 pasar, tapi hanya dapat Rp1 miliar. Sementara mereka 7 pasar memperoleh Rp8 miliar. Tentu ini kita lihat, lebih besar pemberian Pemko Medan daripada pemasukkannya. Ini nanti akan kita pertanyakan,” papar Ilhamsyah.

Dalam penataan PKL, Ilhamsyah menyesalkan ketidaktegasan pemerintah. Sebab, pemerintah seolah-olah membiarkan PKL menjamur di Kota Medan.(LMC/rel)

 

Post Views: 105

Continue Reading

Previous: DPRD Akan Panggil Pertamina Terkait Kelangkaan Elpiji di Medan
Next: Proyek Perbaikan Jalan Medan Berlanjut

Related Stories

2027, Pemko Medan Tambah 26 Truk dan 151 Becak Motor Pengangkut Sampah
1 min read
  • Medan

2027, Pemko Medan Tambah 26 Truk dan 151 Becak Motor Pengangkut Sampah

25 Oktober 2026
Tolak Pasien BPJS, Rico Waas Perintahkan Dinkes Panggil RS Bunda Thamrin
2 min read
  • Medan

Tolak Pasien BPJS, Rico Waas Perintahkan Dinkes Panggil RS Bunda Thamrin

24 Oktober 2026
Surat Keterangan Ahli Waris Gratis, Rico Waas: Aparat Terbukti Pungli Dicopot
1 min read
  • Medan

Surat Keterangan Ahli Waris Gratis, Rico Waas: Aparat Terbukti Pungli Dicopot

24 Oktober 2026

You may have missed

Lapas Panyabungan Razia Kamar Hunian, Perkuat Komitmen ‘Sumatera Utara Tolak Narkoba’
1 min read
  • Sumut

Lapas Panyabungan Razia Kamar Hunian, Perkuat Komitmen ‘Sumatera Utara Tolak Narkoba’

28 Oktober 2026
Perkuat Sinergi SPPA, Lapas Panyabungan Terima Kunjungan Dinsos Madina
1 min read
  • Sumut

Perkuat Sinergi SPPA, Lapas Panyabungan Terima Kunjungan Dinsos Madina

26 Oktober 2026
2027, Pemko Medan Tambah 26 Truk dan 151 Becak Motor Pengangkut Sampah
1 min read
  • Medan

2027, Pemko Medan Tambah 26 Truk dan 151 Becak Motor Pengangkut Sampah

25 Oktober 2026
Tolak Pasien BPJS, Rico Waas Perintahkan Dinkes Panggil RS Bunda Thamrin
2 min read
  • Medan

Tolak Pasien BPJS, Rico Waas Perintahkan Dinkes Panggil RS Bunda Thamrin

24 Oktober 2026
  • Iklan
  • Pedoman Media Cyber
  • Tentang Kami
  • Beranda
  • Headline
  • Luar Negeri
  • Nasional
  • Sumut
  • Hiburan
  • Kuliner
  • Foto
  • UKM
  • Feature
  • Bisnis
  • Advetorial
  • Sports
  • Hukum
  • Politik
  • Medan
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.