
Medan, 20/10 (LintasMedan) – Anggota DPRD Medan Rudiawan Sitorus mengungkap persoalan yang terjadi masyarakat Kota Medan yang ditengarai sebagai efek dari pandemi Covid-19. Banyak diantara warga kota Medan mengaku tidak sanggup lagi membayar BPJS Kesehatan (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan) secara mandiri, hingga akhirnya tidak lagi memiliki fasilitas kesehatan tersebut akibat di PHK oleh perusahaan tempat mereka bekerja.
“Permasalahan ini kami temukan dalam reses dan sosialisasi peraturan daerah di beberapa kawasan di Dapil I Kota Medan yang meliputi Medan Barat, Helvetia, Petisan dan Medan Baru, warga menyampaikan sudah tidak mampu membayar iuran BPJS secara mandiri karena masalah perekonomian,” jelas Rudiawan kepada wartawan di Medan, Rabu (20/10).
Disampaikan Anggota Komisi III DPRD Medan ini, selain permasalahan tidak sanggup lagi membayar iuran BPJS Mandiri, warga juga banyak yang tidak lagi terdaftar kepesertaan di BPJS Kesehatan karena sudah kehilangan pekerjaan.
“Kemudian adalagi warga yang menyampaikan tidak lagi memiliki fasilitas BPJS Kesehatan karena sudah tidak lagi bekerja, sebelumnya mereka mendapat fasilitas BPJS sekeluarga dari perusahaan,” ungkapnya.
Disampaikan Politisi PKS Kota Medan ini, banyak waraga harus menguras uang hingga ratusan ribu setiap bulannya untuk membayat BPJS. “Ada satu keluarga harus membayar lima orang, paling sedikit tiga orang. Karena kehilangan pendapatan dan pekerjaan mereka terpaksa tidak lagi membayar BPJS Kesehatan,” ungkapnya.
Dari informasi yang disampaikan warga, sejak dua tahun mereka sudah ada yang tidak membayar BPJS. “Mereka ada yang sudah tidak membayar BPJS sejak setahun lalu, ada yang baru beberapa bulan dan bahkan ada yang sudah dua tahun tidak lagi membayar BPJS Kesehatan,” ungkapnya.(LMC-02)
