
Medan, 20/5 (LintasMedan)- Anggota DPRD Kota Medan Edi Saputra, mengkritisi kesimpangsiuran informasi kematian seorang karyawan salahsatu supermarket di Kota Medan.
Ia mengingatkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Sumatera Utara agar berkerja dengan baik dalam menjalankan tugasnya.
“Tim Gugus Tugas kita harapkan jangan mempermain-mainkan status nyawa orang. Apa ini orang yang masih hidup dinyatakan meninggal,” katanya, Rabu (20/5).
Jika kesimpangsiuran itu terus terjadi, kata Edy dikhawatirkan akan membuat kepanikan di masyarakat. “Kasihan masyarakat jadi panik, belum lagi psikologi keluarga yang ikut jadi terganggu atas tindakan tidak bijak gugus tugas ini,” kata politisi PAN itu.
Ia juga meminta Gugus Tugas harus jujur dan jangan menimbulkan kepanikan di masyarakat.
Edi meyakini gugus tugas tidak akan mengambil keuntungan dari kondisi pandemi ini.
“Saya tau anggaran pemakaman dengan protokol pemulasaran covid19 itu sekitar 5 juta. Tapi orang yang masih hidup jangan dinyatakan sudah meninggalkan” cetusnya.
Sebelumnya, publik Sumatera Utara khususnya masyarakat di Kota Medan dibingungkan pemerintah perihal informasi yang tidak jelas tentang karyawan Berastagi yang sempat dikabarkan meninggal.
Ada 2 versi informasi yang berbeda dari Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid19 Sumut yang menyatakan kasir Berastagi Supermarket meninggal, sedangkan versi lain dari pihak manajemen Berastagi Supermarket dan Camat Medan Petisah membantah berita duka tersebut.(LMC-02)
