Skip to content

Akurat dan Edukatif

Primary Menu
Live
  • Home
  • Sumut
  • Ikan Nila Jadi Menu Utama Kuliner di Danau Toba
  • Sumut

Ikan Nila Jadi Menu Utama Kuliner di Danau Toba

Lintas Medan 23 Maret 2017 2 min read

Warga di sekitaran Danau Toba sedang memanen ikan nila hasil KJA yang kini menjadi mata pencaharian sebagian penduduk setempat baru-baru ini.(Foto:LintasMedan/irma)

Warga di sekitaran Danau Toba sedang memanen ikan nila hasil KJA yang kini menjadi mata pencaharian sebagian penduduk setempat baru-baru ini.(Foto:LintasMedan/irma)

Medan, 23/3 (LintasMedan) – Pemerintah berkomitmen untuk terus membudidayakan ikan nila di kawasan obyek wisata Danau Toba Sumatera Utara.

Pasalnya nila merupakan salah satu jenis ikan yang memenuhi syarat dan dikenal secara internasional bisa menjadi menu utama kuliner untuk kawasan wisata itu.

“Selama ini, nila merah dari Danau Toba terkenal memiliki kualitas ekspor khususnya ke Amerika Serikat dan Eropa,” kata kata Staf senior Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Saut Hutagalung, kemarin.

Dia mengatakan bahwa sektor kuliner juga turut menjadi andalan bagi wilayah maupun negara yang dikenal akan obyek wisatanya.

Kuliner yang dihidangkan di restoran-restoran sekitar obyek wisata cenderung menampilkan aneka pangan berbahan baku dari wilayah itu.

“Bisa dipastikan wisatawan manca negara pesan makanan di restoran sekitar Danau Toba tidak mengharapkan menu ikan salmon yang diimpor dari Norwegia atau Chile tetapi justru ikan nila dari Danau Toba yang terkenal di dunia itu,” paparnya.

Saat ini, kata Saut usaha perikanan yang ramah lingkungan harus terus dikembangkan agar sektor tersebut bisa tetap bersinergi dengan pariwisata.

Budidaya ramah lingkungan menurut dia dapat dicapai dengan dua cara yakni budidaya menggunakan pakan alami dan budidaya pakan buatan disertai teknologi pengendalian limbah yang ketat.

Budidaya nila merah dengan pakan alami menggunakan wolfia (Wolffia arhiza) untuk benih ikan sampai ukuran 10 – 12 cm dan lemna (Lemna minor) untuk pembesaran sampai ukuran konsumsi lima ekor per kilogram (kg). “Usaha budidaya rakyat di zonasi yang disediakan Pemerintah sangat cocok menggunakan pakan alami,” ujarnya.

Dikatakannya, keunggulan teknologi pakan alami atau mandiri ini antara lain kedua jenis tumbuhan (monokotil) air ini memiliki kandungan protein antara 30-40% dari berat kering, perkembangbiakan relatif cepat (Lemna dalam 48 jam, Wolfia 36 jam).

Kemudian, menekan signifikan (sekitar 60%) biaya produksi dibandingkan menggunakan pakan buatan (pellet) dan tentu ramah lingkungan.

“Dari uji coba di Boyolali, Jawa Tengah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Budidaya pakan alami dapat dilakukan di darat dan pemberian pakan segar dengan ditebar di keramba tiap hari,” jelasnya.

Sebaliknya kata Saut, budidaya menggunakan pakan buatan (pellet) dengan teknologi pengendalian limbah ketat relatif mahal dan cocok untuk usaha industri bukan usaha rakyat.

Penerapan teknologi meliputi pakan mengapung menurut Saut, lebih lama, formulasi pakan lebih efisien dan kurang senyawa phospor (P), rekayasa genetik ikan, cara pemberian makan lebih efisien (broadcasting) dan penyedotan limbah padat (syphoning).

“Tentu tergantung kebijakan Pemerintah sejauh mana budidaya seperti ini diijinkan beroperasi sepanjang memenuhi persyaratan ketat yang ditentukan,” kata Saut.

Pengembangan usaha budidaya keramba apung ikan nila merah di Danau Toba menggunakan pakan alami perlu dipertimbangkan. Sebab, selain memanfaatkan potensi perairan yang tidak mengganggu wisata, juga menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat dan dapat memperkaya branding pariwisata Danau Toba dengan menghadirkan menu ikan produksi Danau Toba.(LMC-02)

Post Views: 102
Tags: Budidaya danau toba ikan nila kuliner pariwisata

Continue Reading

Previous: Erry Minta Bupati/Walikota Dukung Danau Toba Jadi KSN
Next: Gubernur Sumut Sambut Presiden di Bandara FL Tobing

Related Stories

PRSU ke-50 Tampil dengan Wajah Baru, Suguhkan Konsep Modern dan Konser Artis Nasional, Cek Jadwalnya Disini
2 min read
  • Headline
  • Sumut

PRSU ke-50 Tampil dengan Wajah Baru, Suguhkan Konsep Modern dan Konser Artis Nasional, Cek Jadwalnya Disini

5 Juli 2026
Panitia PRSU 2026 Imbau Masyarakat Waspada Penawaran Tiket di Bawah Harga Resmi
1 min read
  • Headline
  • Sumut

Panitia PRSU 2026 Imbau Masyarakat Waspada Penawaran Tiket di Bawah Harga Resmi

5 Juli 2026
PRSU ke-50, Banyak Stand Bagikan Hadiah ke Pengunjung
2 min read
  • Headline
  • Medan
  • Sumut

PRSU ke-50, Banyak Stand Bagikan Hadiah ke Pengunjung

4 Juli 2026

You may have missed

PRSU ke-50 Tampil dengan Wajah Baru, Suguhkan Konsep Modern dan Konser Artis Nasional, Cek Jadwalnya Disini
2 min read
  • Headline
  • Sumut

PRSU ke-50 Tampil dengan Wajah Baru, Suguhkan Konsep Modern dan Konser Artis Nasional, Cek Jadwalnya Disini

5 Juli 2026
Panitia PRSU 2026 Imbau Masyarakat Waspada Penawaran Tiket di Bawah Harga Resmi
1 min read
  • Headline
  • Sumut

Panitia PRSU 2026 Imbau Masyarakat Waspada Penawaran Tiket di Bawah Harga Resmi

5 Juli 2026
PRSU ke-50, Banyak Stand Bagikan Hadiah ke Pengunjung
2 min read
  • Headline
  • Medan
  • Sumut

PRSU ke-50, Banyak Stand Bagikan Hadiah ke Pengunjung

4 Juli 2026
115 Wartawan Kawal Publikasi PRSU Emas, Pemprov Sumut, PPSU dan FWP Perkuat Kolaborasi Informasi
3 min read
  • Headline
  • Medan
  • Sumut

115 Wartawan Kawal Publikasi PRSU Emas, Pemprov Sumut, PPSU dan FWP Perkuat Kolaborasi Informasi

4 Juli 2026
  • Iklan
  • Pedoman Media Cyber
  • Tentang Kami
  • Beranda
  • Headline
  • Luar Negeri
  • Nasional
  • Sumut
  • Hiburan
  • Kuliner
  • Foto
  • UKM
  • Feature
  • Bisnis
  • Advetorial
  • Sports
  • Hukum
  • Politik
  • Medan
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.