Edy Rahmayadi
Medan, 29/10 (LintasMedan) – Pasien aktif Covid-19 di Sumatera Utara (Sumut) yang menjalani perawatan mengalami penurunan. Berdasarkan data covid-19.go.id, hingga Kamis (18/10) yang menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit rujukan sekitar 455 orang.
Dari jumlah tersebut, kemarin terjadi penambahan sebanyak 11 orang. Sementara itu, pasien sembuh bertambah 34 orang dan meninggal dunia satu orang.
Dengan perkembangan kasus harian tersebut, maka total kasus positif Covid-19 di Sumut secara kumulatif menjadi 105.794. Sementara itu, pasien yang sembuh dari Covid-19 di Sumut menjadi 102.457 orang dan meninggal dunia sebanyak 2.883 orang.
Saat ini Pasien Covid-19 aktif di Sumut yang masih menjalani isolasi maupun karantina di wilayah Sumut tinggal 454 orang dari sebelumnya 478 orang.
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Jumat (19/10) mengingatkan meskipun terjadi penurunan angka terpapar Covid-19 di daerah ini, bukan menjadi alasan menurunkan disiplin Protokol Kesehatan (Prokes).
Penurunan kasus Covid-19 di Sumut kata dia seiring dengan semakin masifnya vaksinasi. Sampai Oktober 2021, vaksinasi Sumut mencapai 47% (target 50% di akhir bulan ini).
“Kita harus belajar dari negara lain, Inggris misalnya cakupan vaksinasi dan tracing mereka sangat tinggi, tetapi sampai saat ini penyebaran Covid-19 di sana tinggi juga. Jadi, Prokes masih senjata utama kita bersamaan dengan vaksinasi. Kedua ini upaya kita melawan pandemi,” katanya usai pertemuan dengan Forkopimda dan FKUB Sumut.
Berdasarkan data covid-19.go.id ada penurunan kepatuhan menggunakan masker di Sumut. Per 9 Agustus 2021 kepatuhan mengenakan masker 0% di tingkat <60%, 9,09% untuk tingkat 61-75%, 45% untuk tingkat 76-90%, dan 45% untuk tingkat 91-100%. Namun, 11 Oktober tingkat kepatuhan di <60% bertambah menjadi 13,64%.
Begitu juga dengan jaga jarak, pada 16 Agustus tingkat kepatuhan di bawah 60% berada di angka 5,26% sedangkan 11 Oktober bertambah menjadi 40,91%. Ada peningkatan signifikan pada kelompok yang kurang patuh prokes di Sumut.(LMC-02)
