
Medan, 20/9 (LintasMedan) – Ketua KONi Sumatera Utara (Sumut) John Ismadi Lubis mengapresiasi kerja keras tak kenal menyerah yang dilakukan atlet-atlet kontingen Sumut saat bertanding di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut pada 8 – 19 September 2024.
“Kami mengapresiasi kerja keras para atlet Sumut sehingga akhirnya mampu mencapai target peringkat empat PON 2024,” katanya kepada pers di Medan, Sabtu (20/9).
Ditambahkannya, Sumut bisa menduduki posisi empat besar PON 2024 setelah merebut 79 emas, 59 perak dan 116 perunggu.
Di pesta olahraga empat tahunan itu, Sumut tampil di 57 cabang olahraga dari total 64 cabang yang dipertandingkan.
Menurut John, dirinya melihat langsung bagaimana keras keras atlet-atlet Sumut meraih prestasi terbaik, meski ada yang gagal meraih medali.
“Banyak kejutan yang dibuat atlet Sumut. Cabang olahraga yang tidak kita perkirakan mendapat medali emas ternyata mendapat emas. Sebaliknya cabang yang kita andalkan justru gagal mendapat emas, ” ujarnya.
KONI mencatat ada 4 cabor juara umum yakni drumband dengan 7 medali emas, barongsai 4 emas dari 10 yang diperebutkan.
Kemudian, dansa 5 emas dan bowling 4 emas walau targetnya 5 medali emas.
Selain itu, wushu di ranking 2 dan kalah selisih medali perak dari Jakarta dan Jatim. Begitu juga dengan cabor biliar.
Juara umum PON XXI Aceh-Sumut tahun 2024 ini disematkan kepada kontingen Jawa Barat, yang memperoleh hasil akhir 195 medali emas, 163 perak dan 182 perunggu, dengan total 538 medali.
Gelar ini membuat Jabar mencetak sejarah dengan “hattrick” juara umum PON.
Sedangkan DKI Jakarta harus puas sebagai runner-up dengan 184 emas, 150 perak, dan 145 perunggu dan Jawa Timur posisi ketiga, dengan 146 emas, 136 perak, dan 143 perunggu.
Sementara, Kadispora Sumut Baharuddin Siagian mengakui pada penyelenggaraan PON XXI itu banyak kendala yang dialami, tetapi berangsur biasa teratasi.
“Soal konsumsi yang menjadi pemberitaan hangat saat itu, tapi konsumsi bukan untuk atlet. Kalau untuk atlet semua terjamin semua aman terkendali bahkan terlambat pun tidak pernah, ” paparnya.
Dia juga mengomentari soal kendala lain yang dialami, termasuk sarana transportasi atlet dari kontingen beberapa provinsi.
“Sesungguhnya saya pun heran mobil dan lain sebagainya sudah dilakukan kontrak kerjasama, tapi dilapangan ada hal-hal yang tidak enak terdengar, tapi sudah diselesaikan,”ujar Baharuddin. (LMC-02)
