
Madina, 3/3 (LintasMedan) – Pengeboran yang dilakukan oleh PT SMGP (Sorik Marapi Geothermal Power) dalam menghasilkan energi listrik dari panas bumi dinyatakan tidak berpengaruh terhadap aktivitas Gunung Berapi.
Gunung yang berada di Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) itu, saat ini masih berstatus level I (normal) dan dikategorikan aman.
“Keadaan aktif, normal. Tidak ada perubahan aktivitas,” ujar Kisroh Pengawas Pos Pengamatan Gunung berapi Madina kepada Lintasmedan.com, kemarin.
Kisroh menjelaskan berdasarkan dari bentuknya Gunung Sorik Marapi memiliki aktivitas dan karakter yang berbeda dengan Gunung Sinabung namun masih dalam satu cincin satu rentetan, karena satu bukit barisan.
Sementara dalam keterkaitannya dengan pengeboran, Head of Corporate Affairs PT SMGP Syahrini mengatakan, pengeboran dilakukan antara kedalaman 1500 – 2000 Meter. Tujuannya untuk mendapatkan sumber energi berupa uap panas sebagai penggerak turbin.
Ia menjelaskan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) umumnya berdekatan dengan gunung berapi karena merupakan lokasi potensi sumber panas yang tinggi dimana sumber panas tersebut berasal dari lava batuan gunung api yang mendingin.
“Namun perlu diperhatikan juga bahwasanya prospek panas bumi tidak hanya didukung dari panas Gunung Sorik tetapi ada struktur yang membantu keberadaan reservoir Sorik Marapi. Seperti yang terlihat natural pada manifestasi permukaan di sepanjang jalur struktur patahan besar Sumatera,” jelasnya.
Syahrini menyebutkan, potensi SMGP tidak hanya didukung dari Gunung Sorik, tetapi juga ada support dari struktur besar sumatera. Lokasi prospek SMGP juga berada di sepanjang jalur struktur tersebut, tidak persis di gunung berapi.(LMC-04)
