
Madina, 28/8 (LintasMedan) – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Mandailing Natal meminta Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Madina lebih agresif dalam memberantas peredaran narkoba. Jumat (28/8).
Demikian dikatakan Ketua KNPI Madina, Tan Gozali melalui Sekretaris Umum, Khairil Amri Nasution, kemarin usai audiensi dengan BNNK Madina di Panyabungan.
Pertemuan itu membahas bagaimana memutus mata rantai jaringan peredaran narkoba di Kabupaten Madina, khususnya ganja. Mengingat pada 1 Juli lalu, BNNK Madina berhasil menggagalkan pengiriman ganja seberat 293 Kg, di Desa Laru, Kecamatan Tambangan.
BNNK Madina didesak untuk segera menangkap pemilik barang haram tersebut. “Mereka sudah mengantongi identitas pelaku. Berkas juga sudah dilimpahkan ke provinsi. Kami minta BNN segera tangkap pelakunya,” kata Khairil.
Khairil menjelaskan, KNPI sebelum beraudiensi dengan BNNK sudah melakukan musyawarah dengan seluruh ormas yang ada di Madina dan mereka umumnya merasa pesimis dengan kinerja BNNK yang dinilai lambat dalam mengungkap kasus tersebut.
Kepala BNNK Madina, AKBP Ramlan SH MH mengapresiasi sikap KNPI. Ia mengatakan pihaknya akan melakukan upaya terbaik untuk memberantas narkoba di Madina.
Ramlan juga mengatakan untuk kasus 293 Kg ganja, pihaknya masih menunggu instruksi dari provinsi.
“Kita masih menunggu instruksi dari BNN Provinsi. Kita tidak memiliki perangkat IT DF yang ada itu di provinsi, makanya kasusnya kita limpahkan ke BNN Provinsi,” ungkap Ramlan. (LMC-04)
