Skip to content

Akurat dan Edukatif

Primary Menu
  • Artikel
Live
  • Home
  • Medan
  • Komisi II DPRD Medan Minta Klinik Luluh Tidak Beroperasi
  • Medan

Komisi II DPRD Medan Minta Klinik Luluh Tidak Beroperasi

Lintas Medan 23 September 2025 3 min read

Medan, 23/9 (LintasMedan) – Komisi II DPRD Medan meminta Klinik Luluh berhenti beroperasi sampai persoalan dengan Jesica Feally Pardede, salah satu pasiennya, selesai secara kekeluargaan. Dinas Kesehatan juga diminta untuk mengawasi klinik kecantikan di Jalan Alpalah itu agar tidak muncul persoalan baru.

“Untuk sementara waktu kita minta Klinik Luluh tidak beroperasi sampai persoalan dengan pasien atas nama Jesica selesai. Kami beri waktu satu minggu untuk menyelesaikan peroalan itu dengan cara kekeluargaan,” kata Ketua Komisi II DPRD Kota Medan Kasman Bin Marasakti Lubis saat memimpin rapat dengar pendapat (RDP) terkait masalah Jesica dengan Klinik Luluh di ruang rapat Komisi II DPRD Medan, Selasa (23/9).

RDP tersebut menghadirkan Dinas Kesehatan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan Ikatan Dokter Indonesian (IDI) Medan. Hadir Penangjawab Klinik Luluh dr Roy Bangun dan pengacaranya serta pengacara Jesica, Beny Pasaribu.

Dalam RDP tersebut pimpinan dan semua anggota Komisi II DPRD Medan yang hadir menyarankan agar persoalan antara Jesika dengan Klinik Luluh diselesaikan secara kekeluargaan. Bahkan para penesehat hukum (PH) atau pengacara kedua belah pihak diminta segera bekerja mendamaikan persoalan itu.

“PH PH kerjalah dulu kalian, selesaikan malah ini secara damai. Jangan kalian tambah kerjaan kami disini, masih bayak urusan rakyat yang harus kami urus. Kami beri waktu satu minggu,” ujar Anggota Komisi II DPRD Medan Binsar Simarmata.

Pada kesempatan itu, Beny Pasaribu, pengacara Jesica mengungkapkan, kliennya datang ke Klinik Luluh mau memanjakan diri menjadi lebih cantik, tepi nyatanya kulitnya luka seperti terbakar. Hal itu terjadi karena orang yang melakukan terapi ternyata bukan seorang dokter kecantikan.

“Inilah yang kita sayangkan, kok bisa klinik ini membiarkan yang bukan dokter memberikan konsultasi, memberikan anjuran medis bahkan memberikan terapi kecantikan. Akibat luka yang cukup banyak hilanglah kecantikan klien kami. Yang tadinya ingin memanjakan dan mempecantik diri jadi hilanglah kecantikannya. Akibanya klien kami jadi malu beraktivitas di luar bersama teman-temannya,” ungkap Beny.

Beny beharap, melalui RDP dengan Komisi II DPRD Medan ada solusi penyelesaian malah kliennya. Sebab, sebelumnya sudah dilakaukan komunikasi dengan orang yang mengaku perwakilan pemilik Klinik Luluh bernama Gisel.

“Dengan ibu Gisel kami sudah pernah bertemu dan bersepakat menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Namun setelah pertemuan itu, tiba-tiba seperti lupa ingatan lah ibu Gisel ini, tidak ada tindaklanjutnya. Malah klien kami dihubungi oleh orang-orang yang mengaku dari Klinik Luluh untuk menghentikan kasus ini,” kata Beny.

Melihat tidak ada niat berdamai dari pihak klinik, Beny mengaku sudah melayangkan somasi pertama dan kedua, namun tidak ada tanggapan. “Jadi saya atas nama klien kami mengucapkan terimakasih kepada pimpinan dan semua anggota Komisi II DPRD Medan karena sudah menerima laporan kami,” ujar Beny.

Sementara itu, Penanggungjawab Klinik Luluh dr Roy Bangun mengaku siap bertanggungjawab atas kejadian yang dialami Jesica. Bahkan dia sudah berupaya menemui keluarga Jesica untuk menunjukan tanggungjawab.

“Pemilik Klinik Luluh juga menyalahkan saya dan mempertanggungjawabkan semua kejadian yang dialami ibu Jesica. Saya sudah berusaha mengubungi keluarga ibu Jesica tapi tidak bersedia dan langsung berhubungan dengan pimpinan tertinggi di Jakarta,” kata dr Roy.

Dalam RDP tersebut terungkap juga bahwa perizinan yang dimiliki Klinik Luluh tidak sesuai dengan ketentuan. Tempat prakteknya tidak layak karena berada di lantai tiga subuah ruko dan lantai satu dijadikan kafe.(LMC-02)

Post Views: 117

Continue Reading

Previous: Komisi IV DPRD Medan Minta Pemko Medan Bongkar Bangunan Pagar Besi di Jalan Amal Medan Sunggal
Next: Komisi IV DPRD Medan Bersama APH akan Kunker ke Perumahan City View di Medan Polonia

Related Stories

Sidak di Medan Helvetia, Wakil Wali Kota Medan Soroti Drainase Tersumbat dan Tak Terhubung
1 min read
  • Medan

Sidak di Medan Helvetia, Wakil Wali Kota Medan Soroti Drainase Tersumbat dan Tak Terhubung

16 September 2026
Jembatan Perintis Mangga Diresmikan, Rico Waas Tekankan Manfaat bagi Mobilitas Warga
1 min read
  • Headline
  • Medan

Jembatan Perintis Mangga Diresmikan, Rico Waas Tekankan Manfaat bagi Mobilitas Warga

15 September 2026
Pemko Medan Proyeksikan APBD 2027 Rp7,16 T
1 min read
  • Headline
  • Medan

Pemko Medan Proyeksikan APBD 2027 Rp7,16 T

14 September 2026

You may have missed

Tim SAR gabungan evakuasi remaja hanyut di Sungai Lobang Simalungun
2 min read
  • Peristiwa

Tim SAR gabungan evakuasi remaja hanyut di Sungai Lobang Simalungun

19 September 2026
Dituding Selingkuh dan Viral di Medsos, Anggota Dewan Ini Membantah
1 min read
  • Sumut

Dituding Selingkuh dan Viral di Medsos, Anggota Dewan Ini Membantah

17 September 2026
Sidak di Medan Helvetia, Wakil Wali Kota Medan Soroti Drainase Tersumbat dan Tak Terhubung
1 min read
  • Medan

Sidak di Medan Helvetia, Wakil Wali Kota Medan Soroti Drainase Tersumbat dan Tak Terhubung

16 September 2026
Jembatan Perintis Mangga Diresmikan, Rico Waas Tekankan Manfaat bagi Mobilitas Warga
1 min read
  • Headline
  • Medan

Jembatan Perintis Mangga Diresmikan, Rico Waas Tekankan Manfaat bagi Mobilitas Warga

15 September 2026
  • Iklan
  • Pedoman Media Cyber
  • Tentang Kami
  • Beranda
  • Headline
  • Luar Negeri
  • Nasional
  • Sumut
  • Hiburan
  • Kuliner
  • Foto
  • UKM
  • Feature
  • Bisnis
  • Advetorial
  • Sports
  • Hukum
  • Politik
  • Medan
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.