
Madina, 28/6 (LintasMedan) – Lembaga Kajian Penelitian Pendidikan (LKPP) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), mengapresiasi aksi segel ruang kantor Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Madina karena pergantiannya dinilai tidak memakai aturan yang baku.
“Proses pergantian Plt itu tidak memakai aturan yang baku, mengesampingkan etika dan estetika. Ini sangat berbahaya yang dipertontonkan seorang pejabat pemerintah, karena bupati akan berakhir masa jabatannya,” ujar Miswaruddin Daulay, Direktur LKPP Madina, Senin (28/6).
Dia berpandangan aksi mahasiswa itu dikarenakan ada rasa kekhawatiran terhadap penggantinya, disebabkan pernah berhadapan dengan persoalan hukum.
“Di Madina masih rendah nilai indeks pembangunan manusianya. Sudah sewajarnya lah melakukan pembenahan dalam mengurusi kualitas pendidikan dengan merubah pola-pola lama. Apalagi Plt yang ditunjuk oleh bupati masih tersangkut dugaan kasus hukum pembangunan Taman Raja Batu dan Tapian Siri-siri,” ungkapnya.
Dia pun meminta, Dahlan Hasan Nasution segera mencabut surat perintah tugas Plt Kadisdik Madina karena disinyalir nantinya akan menimbulkan kegaduhan baru.
“Dan nantinya kepada bupati terpilih, saya berharap Dinas Pendidikan ini dibersihkan dari oknum-oknum yang ingin merampok uang pendidikan. Termasuk dinas-dinas yang lain agar ke depannya Madina lebih baik. Dan kasus TRB dan TSS yang masih menggantung segera ditinjau kembali untuk dilanjutkan ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara,” harapnya.(LMC-04)
