
Medan, 10/6 (LintasMedan) – Media diminta untuk segera menghentikan pemberitaan terkait rumor adanya perpecahan antara gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dan wakilnya Musa Rajekshah.
Pasalnya, isu adanya polemik dua pemimpin ini jika terus ‘digoreng’ oleh media dikhawatirkan justru akan mengundang kericuhan di kalangan masyarakat Sumut yang sudah kondusif.
Harapan itu disampaikan Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gempur yang juga Ketua Harian Pemuda Melayu Indonesia (PPMI) Sumut, Tengku Bagus Halim didampingi Sekjend T Syahputra serta Biro Lapangan, Fahrul Rozi di Medan, Sabtu (10/6).
“Kedua pemimpin ini, yakni Edy dan Ijeck tak lama lagi atau 5 September 2023 akan menuntaskan masa tugas sebagai pemimpin daerah ini. Kemudian akan diisi oleh Pejabat Sementara (PJ) yang telah ditetapkan oleh Mendagri (pemerintah pusat),” kata Tengku Bagus.
Sehingga, sebut dia isu adanya “pecah kongsi” (pekong) keduanya selama menjabat sebagai gubernur dan wakil gubernur Sumut tak etis untuk terus menerus digelontorkan ke publik.
Apalagi pada pesta demokrasi 2024 nanti juga akan digelar Pemilihan Presiden dirangkai dengan Pilkada, dimana keduanya “digadang-gadang’ ikut mencalonkan diri dalam pesta demokrasi tersebut.
“Untuk itu dimohon kepada semua pihak terkhusus media, agar jangan lagi memancing di air keruh sehingga memicu perpecahan dua putra terbaik Sumut ini. Masyarakat Sumut yang majemuk bisa saja terpengaruh dan menimbulkan permusuhan satu dengan lainnya,” tuturnya.
Sebagaimana diketahui isu “pekong” antara Edy dan Ijeck saat ini, telah menjadi tranding topik di tengah-tengah warga Sumut, bahkan hingga nasional.
Kedua tokoh juga kerap saling sindir, namun, menurut Tengku Bagus sebenarnya hal itu merupakan gambaran demokrasi positif.
“Setiap orang bebas mengeluarkan pendapatnya walau terlihat seperti terjadi perpecahan. Padahal keduanya dalam mengeluarkan pendapat selalu santun, mengingat dua tokoh merupakan orang yang taat beragama,” ucapnya.
Sementara bagi sekelompok dan pihak tertentu kondisi ini seakan dibuat menjadi seperti polemik dan menyebarkan isu seolah telah terjadi perpecahan antara Edy dan Ijeck.
Padahal, lanjut dia kondisi itu biasa terjadi bahkan dalam perpolitikan nasional maupun internasional.
“Jadi sindir menyindir di antara keduanya jangan lagi disalah artikan seolah-oleh mereka pekong,” kata Bagus.
Tengku Bagus selaku perwakilan masyarakat Melayu Sumut meminta kepada pihak-pihak yang berkepentingan agar tidak terlalu kerdil dalam berpikir apalagi hingga melibatkan media untuk sebuah “pemberitaan pecah belah”.(LMC-02)
