Medan, 29/6 (LintasMedan) – Misnah, 38 ibu rumah tangga yang tinggal di kawasan Gabion Belawan menangis dan tak kuasa menahan haru saat menyambut Walikota Medan Bobby Nasution yang datang kerumahnya.
Tubuhnya yang sedikit gemuk itu berupaya berlari mengejar walikota Medan sembari terisak mengucapkan terima kasih telah memperbaiki kediamannya dalam program bedah rumah.
Ibu tiga anak yang sehari-harinya bekerja sebagai pemilih ikan di gabion itu tidak menyangka jika rumahnya menjadi salah satu dari 3 rumah yang mendapat jatah program bedah di kawasan itu. Dua rumah lainnya adalah milik dua kakak Misnah yang juga berstatus sebagai janda.
“Terima kasih Pak Bobby, rumah saya dan kedua kakak saya telah dibedah. tidak tau lagi saya mau berkata apa, senang sekali rasanya. Hanya bisa sujud syukur saja yang bisa kami lakukan atas bantuan yang diberikan ini,” kata Misnah sambil menyeka air mata.
Sementara Bobby Nasution langsung tersenyum dan coba menenangkan Misnah yang terus terisak. Ia menyampaikan harapan dengan bedah rumah yang dilakukan, baik Misnah dan ketiga anaknya beserta kedua kakaknya dapat hidup tenang dan rumahnya tidak masuk air lagi saat banjir rob terjadi.
“Sebab, ketiga rumah yang dibedah itu kini lebih tinggi sehingga tidak akan kemasukan air lagi ketika banjir rob menerpa. “Semoga ibu dan keluarga bisa lebih tenang lagi setelah rumah ini selesai dibedah ya,” kata Bobby Nasution.
Misnah mengaku selama ini harus memenuhi kebutuhan sekolah anaknya yang di tingkat SD dan SMA. “Saya mencari makan sendiri, sebab suami sudah tidak ada lagi. Penghasilan yang diperoleh hanya bisa untuk mengasih makan tiga anak. Apalagi penghasilan Rp.50 ribu itu tidak setiap hari saya peroleh. Malah untuk makan saja terkadang ada, terkadang tidak bisa. Makanya, saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas bedah rumah yang dilakukan ini,” ungkapnya.
Dengan pembedahan rumah yang dilakukan, Misnah dan kedua kakaknya sangat senang sekali. Selama ini rumah mereka selalu bocor setiap hujan turun dan digenangi air ketika banjir rob datang. “Kalau sudah banjir rob, kami tidak bisa apa-apa karena ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa. Sekali lagi, terima kasih Pak Bobby karena sudah menolong kami.
Sambil menyeka air mata yang terus membasahi kedua pipinya, Misnah mengungkapkan, ada hikmah yang diperoleh atas peristiwa kebakaran yang terjadi di Lorong 6 beberapa waktu lalu. Musibah kebakaran itu menyebabkan dirinya bisa bertemu dengan Bobby Nasution yang ketika itu melakukan peninjauan pasca kebakaran terjadi.
“Ketika bertemu Pak Bobby, saya menyampaikan kondisi rumah kami yang tidak layak huni dan tidak mungkin untuk kami perbaiki dengan biaya sendiri. Saya bermohon kepada beliau agar rumah kami dapat diperbaiki. Ternyata permohonan saya dipenuhi, sehingga rumah kami diperbaiki,” ungkapnya lirih menuntaskan pembicaraan.(LMC-02)
