Foto:LintasMedan/ist
Madina, 2/2 (LintasMedan) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menyatakan untuk bersikap netral dan memandang secara objektif tentang viralnya tarian ular.
“Kami MUI tidak memandang politisasi atau sebagainya. Kami menyikapi secara objektif permasalahan tersebut. Itu pembahasan masyarakat, biarlah mereka yang menilai,” ujar Ketua MUI Madina, H Muhammad Nasir, di gedung dewan, Rabu (2/2).
Namun kata Nasir, MUI bersama pemerintah nantinya akan berusaha menyampaikan informasi yang baik kepada masyarakat agar situasi di Kabupaten Madina kondusif.
Hal ini disampaikan kepada LintasMedan usai beraudiensi dengan Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis, terkait terbentuknya kepengurusan MUI baru periode 2021-2026. Ada empat poin yang dibahas dalam silaturrahmi tersebut dan salah satunya masalah tarian ular.
“Saya sampaikan kronologisnya, sejauhmana keterlibatan saya. Alhamdulillah mereka sangat menerima apa yang saya sampaikan,” tutur Erwin.
Selain tarian ular, audiensi juga membahas masalah minimnya anggaran di MUI serta bagaimana langkah-langkah yang dapat dilakukan bersama untuk menata tatanan masyarakat ke depan dengan objektifitas berpikir.(LMC-04)
