Seputaran Gedung Warenhuis Kawasan Kota Lama Kesawan, Jalan Hindu Medan yang akan digelar Pekan Kuliner Kondang UMKM.(Foto:LintasMedan/Irma Yuni)
Medan, 15/11 (LintasMedan) – Aplikasi Peduli Lindungi menjadi satu persyaratan yang harus dipatuhi, pada gelaran Pekan Kuliner Kondang UMKM di seputaran Gedung Warenhuis Kawasan Kota Lama Kesawan, Jalan Hindu Medan.
Even yang rencananya berlangsung selama tiga hari ini sekaligus membangkitkan usaha kuliner paska penurunan kasus Covid-19.
Pemerintah Kota Medan Senin (15/11), menggelar rapat salah satunya membahas uraian tugas dan aturan untuk masing-masing OPD setempat.
“Ikuti uraian tugas yang ditentukan. Saling Kolaborasi dan koordinasi dan yang terpenting kegiatan ini harus tetap mengikuti aturan Protokol Kesehatan karena Medan masih status PPKM level 2,” kata Sekretaris Daerah Wiriya Alrahman saat memimpin rapat.
Wiriya menambahkan Pekan Kuliner Kondang UMKM Medan ini digelar berbarengan dengan kembali dibukanya Kesawan City Walk (KCW). Untuk itu pihak Pekan Kuliner Kondang UMKM Medan dapat berkolaborasi dengan Penyelenggara KCW agar kegiatan ini dapat berjalan maksimal.
Sebagaimana diketahui, Kesawan City Walk beberapa waktu lalu pernah dibuka, namun banyak pihak yang kembali cemas terjadi penularan virus corona lantaran lokasi itu begitu ramai dikunjungi.
Meskipun Walikota Medan Medan Bobby Nasution membantah telah terjadi penularan Covid-19 di KCW namun akhirnya lokasi itu ditutup.
Pada even Pekan Kuliner Kondang UMKM yang akan digelar 19-21 November 2021, kata Sekda pihaknya benar-benar menerapkan protokol kesehatan ketat melalui aplikasi peduli lindungi di area pintu masuk. Dilakukan pengecekan suhu tubuh dan dipastikan seluruh masyarakat yang berkunjung ke Pekan Kuliner Kondang UMKM Medan sudah mematuhi aturan Prokes.
“Pihak Pekan Kuliner Kondang UMKM Medan dapat berkolaborasi dengan Penyelenggara KCW agar kegiatan ini dapat berjalan maksimal,” katanya.
Kegiatan ini, kata dia merupakan pemberdayaan Kota lama Kesawan, dimana dikonsep dengan berbagai kuliner yang ada di Kota Medan. Selain Kuliner juga ada penampilan seni budaya juga pemutaran video mapping di luar gedung Warenhuis.
Sementara transaksi di kegiatan tersebut akan dilakukan secara non tunai, ini merupakan upaya Pemko Medan dalam digitalisasi dimana telah dilakukan pada pembayaran parkir atau yang dikenal dengan E- Parking.
“Selain itu langkah ini juga untuk memperkenalkan dan mengedukasi kepada masyarakat terkait dengan pembayaran non tunai,” sebutnya.(Irma Yuni)
