
Medan, 28/1 (LintasMedan) – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara membentuk Tim Percepatan Pembangunan Sarana dan Prasarana, serta Persiapan Atlet PON XXI/2024 dimana provinsi ini direncanakan sebagai tuan rumah bersama dengan Provinsi Aceh.
Pembangunan sarana dan prasarana pendukung itu diperkirakan membutuhkan anggaran hampir Rp 3 Triliun, dengan uraian untuk sektor perencanaan menelan biaya Rp 8,079 miliar, pembangunan stadion utama Rp 1,3 triliun serta venue baru Rp 1,1 triliun dan renovasi venue Rp 500 miliar, yang ditargetkan rampung hingga 2023
Pembentukan tim percepatan dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang kemudian diserahkan secara simbolis kepada personalia tim oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumut (Sekdaprovsu) Dr Ir Hj R Sabrina MSi, di aula Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumut Jalan Williem Iskandar Medan, Senin (28/1).
Penyerahan SK Tim Percepatan kemudian dilanjutkan dengan Rapat Percepatan Pembangunan Sarana dan Prasarana dan Persiapan Atlit PON XXI/2024 Provinsi Sumut.
“Sesuai arahan Gubernur, tim ini dibentuk untuk mengkonsolidasikan potensi-potensi yang ada di Sumut demi kesuksesan pembangunan sarana dan prasarana dan persiapan atlet PON XXI/2024,” kata Sabrina saat memimpin rapat.
Terkait persiapan atlet, Sabrina berpesan agar tim percepatan menyusun strategi yang mantap, sebab dibutuhkan perencanaan-perencanaan dan strategi yang benar untuk mendukung potensi-potensi atlet.
“Misalnya, kita kelompokkan cabor-cabor mana yang menonjol dan sering berprestasi dan yang masih kurang. Yang masih kurang ini kita maksimalkan. Intinya lakukan inventarisasi potensi dan masalah. Tahun depan PON 2020 di Papua, kita jadikan itu landasan berpijak untuk evaluasi, apalagi kekurangan atlit kita,” paparnya.
Kemudian untuk persiapan sarana dan prasarana, Sabrina berpesan agar venue-venue yang akan dibangun benar-benar penuh perencanaan dan berstandar internasional. Selain itu, dirinya mengatakan bahwa kesiapan sarana pendukung lainnya seperti akses trasportasi, keamanan, dan lainnya juga harus dipikirkan.
“Pastikan venue yang dibangun manfaatnya berkelanjutan. Jangan setelah PON selesai malah tidak berguna, sia-sia. Pikirkan pembangunan jangka panjang dan standarnya internasional, sehingga bisa digunakan nantinya untuk event-event olahraga nasional maupun internasional atau masyarakat kita. Bisa jadi sport tourism juga nantinya Sumut ini,” ucap Sabrina.
Selanjutnya, Kepala Dispora Provinsi Sumut Baharuddin Siagian selaku Ketua Harian Tim Percepatan memaparkan Roadmap Kesiapan Sumut untuk PON XXI tahun 2024. Bahar menyampaikan bahwa ada sebanyak 29 cabor yang akan dipertandingkan di Sumut dan selebihnya di Aceh.
“Sumut direncanakan akan membangun sebanyak 11 venue baru dan merenovasi 17 venue. Semua ini kita rencanakan selesai pada tahun 2023 mendatang. Salah satu venue baru yang akan dibangun itu yakni stadion utama untuk cabor atletik dan sepak bola di Desa Sena, Deliserdang. Kita perkirakan pembangunan venue dan renovasi akan menghabiskan dana hampir Rp 3 triliun,” paparnya.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Sumut John Ismadi Lubis selaku Ketua II Tim Percepatan Bidang Persiapan Atlet menyampaikan bahwa ada dua target persiapan atlet yang sedang dilakukan yakni jangka pendek untuk PON XX tahun 2020 di Papua dan jangka panjang PON XXI tahun 2024. “Sumber-sumber atlet kita itu dari talent scouting, PPLP dan PPLM Sumut, Atlet Pelajar yang berprestasi, serta Atlet Binaan Pengurus Provinsi Cabang Olahraga (Pengprov Cabor) KONI Sumut. Tahun ini ada sebanyak 700 atlet termasuk pelatih yang telah kita persiapkan,” ucapnya.
Rapat Tim Percepatan Pembangunan Sarana dan Prasarana dan Persiapan Atlet PON XXI/2024 Provinsi Sumut dihadiri oleh seluruh anggota tim, mewakili pembina dan penasehat tim, unsur Forkopimda, serta para ketua Pengprov Cabor.(LMC-02)
