Dame Duma Sari Hutagalung
Medan, 2/12 (LintasMedan) – Anggota DPRD Medan dari Fraksi Partai Gerindra Dame Duma Sari Hutagalung meminta Pemerintah Kota Medan punya komitmen dengan program ruang terbuka hijau publik.
“Sebagaimana yang menjadi program 20 persen ruang terbuka hijau dengan melakukan pembelian secara bertahap,” kata Dame Duma, Kamis (2/12).
Ia menyampaikan Pemko Medan sudah seharusnya membuat target awal pencapaian terhadap ruang yang harus direncanakan matang sebagaimana disampaikan Dame Duma pada Rapat Paripurna Pengesahan RTRW belum lama ini.
Kota Medan, kata dia masih memiliki segudang persoalan, selain masalah banjir, pemukiman kumuh, serta penumpukan sampah seharusnya sudah ada sistem zonasi dimana ada daerah komersil, daerah permukiman, dan kawasan industri.
Saat ini semua berada di dekat pusat kota yang membuat kota terlihat tidak teratur dan terkesan berantakan hal ini lah yang membuat kemacetan di pusat Kota Medan dan sekitarnya karena semua zona berdekatan dengan pusat kota.
Perkembangan kota Medan , kata dia memang cenderung memusat pada inti kota yang berimplikasi terhadap keterbatasan lahan. ditambah lagi pembangunan yang dilakukan secara vertikal serta adanya trend permintaan pasar terhadap kebutuhan lahan dalam skala besar.
“Hendaknya Pemko Medan menyadari keadaan ini dan memulai segera rehabilitasi tata ruang kota secara sungguh sungguh, tidak hanya berupa angan-angan saja. Karena sejatinya upaya ini akan dapat dikenang oleh stakeholders sebagai sebuah prestasi kerja Pemko Medan,” ucapnya.
Selain itu, Ia meminta agar hutan lindung di bagian utara Medan, harus diberi zonasi agar tahu mana yang daerah pemukiman dan menjadi ruang terbuka hijau (RTH). Dengan demikian pembangunan yang dilakukan kedepannya tidak lagi menimbulkan permasalahan.
Dia juga minta Pemko Medan agar mengelola dan membudidayakan daerah mangrove di kawasan Medan Utara sebagai daerah penyangga banjir dan sebagai ruang terbuka hijau serta merencanakan pengendalian banjir dan genangan air yang ada di daerah-daerah atau kawasan rawan banjir.(LMC-02)
